Kode dan Format dalam sebuah Program CNC

Pada program NC memiliki struktur tertentu berupa kode atau perintah pendahuluan dan perintah pembantu. Perintah pendahuluan umumnya menggunakan kode G, sedangkan perintah pembantu menggunakan fungsi M.

Program NC, selain kode G dan M, di dalamnya terdiri dari sejumlah kode-kode perintah yang tersusun dalam bentuk kombinasi huruf-huruf tertentu dan angka. Kode berupa huruf, misalnya N, T, S, F, H, I, J, K, R, D, X, Y, Z, dan angka 0 sampai 9 disebut adress atau alamat. Suatu kode huruf yang di belakangnya diikuti angka (kombinasi huruf dan angka) disebut ”kata” (word). Gabungan dari beberapa kata disebut ”blok program”.

Blok” merupakan gabungan dari beberapa kata yang membentuk satu tahapan perintah, misalnya : “putarlah eretan melintang sejauh 4 mm mendekati sumbu,  dengan kecepatan 80 mm/menit“. Di dalam sebuah program CNC, satu tahapan perintah ditulis dalam satu baris, berarti ”blok” adalah gabungan beberapa kata yang ditulis dalam satu baris program.

Komputer (unit kontrol) mesin membaca dan menjalankan program per satu blok bukan per kata.

Kode G berarti “kode geometri,” dan diikuti beberapa pola angka dan huruf, berikut dicontohkan pola kalimat dalam sebuah blok program:

N## G## X## Y## Z## F## S## T## M##

N: No Blok Program
G: Gerakan
X: Sumbu X
Y: Sumbu Y
Z: Sumbu Z
F: Feeding
S: Putaran spindel
T: No alat potong
M: Fungsi tambahan pada mesin
I dan J: Increment titik pusat dari sebuah radius atau kurva
R: Radius sebuah kurva

kode kode numerik diatas dgunakan untuk membuat sebuah program CNC agar dalam proses pembuatannya dapat silakukan dengan mudah:

Menentukan Gerakan dan fungsi utama (G##)
Menentukan posisi atau koordinat (X## Y## Z##)
menentukan nilai  (F## and/or S##)
meimlih alat (T##)
menyalakan sesuatu atau mematikan sesuatu di mesin(M##), seperti pendingin mesin, spindel mengunci sumbu, dan lain lain.

Perintah-perintah yang termasuk dalam bagian pembuka sebagai berikut.

  • Perintah memindah titik nol mesin ke posisi tertentu agar berimpit dengan titik nol benda kerja. perintah ini disebut pemindahan titik nol mesin (Position Shift Offset (PSO)).
  • Perintah pemilihan sistem pemrograman, apakah dikehendaki mesin bekerja dengan sistem absolut atau incremental.
  • Perintah menentukan jumlah putaran spindel mesin dan arah putarannya.
  • Perintah menentukan besarnya kecepatan pemakanan (feeding).
  • Perintah memilih jenis perkakas sayat yang digunakan pertama kali.
  • Perintah mengalirkan air pendingin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *