Apa sih Proyeksi Piktorial?

Dari bagian gambar proyeksi salah satunya adalah proyeksi piktorial, pengertian proyeksi piktorial adalah suatu cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk dan ukuransebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandangan tunggal. Dulu dikenal dengan istilah gambar bagan atau gambar satu pandang.

Gambar piktorial sering disebut juga gambar ilustrasi teknik, karena digunakan sebagai gambar ilustrasipada buku-buku keteknikan atau pada katalog produk industri mesin dan sebagainya.Tetapi perlu dibedakan, bahwa gambar ilustrasi teknik merupakan gambarpiktorial. Gambar piktorial menampilkan wujud benda hanya dengan goresangaris-garis, sedangkan gambar ilustrasi teknik meliputi aneka ragam gambar,baik gambar hasil seni grafis atau pun fotografis.

Cara proyeksi yang termasuk kedalam kelompok proyeksi piktorial terdiri atas proyeksi aksonometri, proyeksi miring dan proyeksi perspektif.

Proyeksi Aksonometri

Bila benda digambarkan dengan penampakan yang dimiringkan sehingga mendapat gambaran benda tersebut seutuhnya, maka cara ini disebut penggambaran secara aksonometri.

Proyeksi aksonometri dibagi lagi menjadi tiga cara yaitu isometri, dimetri dan trimetri

Proyeksi isometri ialah suatu proyeksi yang mempunyai perbandingan panjang antara ketiga sumbunya, yaitu x :y : z adalah 1 : 1 : 1, sedangkan jarak antar sumbu membentuk sudut sebesar 120 derajat. Pada proyeksi ini ciri yang paling mendasar adalah besar sudut antara sumbu x dan y terhadap garis mendatar adalah 30 derajat.

Proyeksi dimetris ialah suatu proyeksi yang memiliki ketentuan sebagai berikut :

a. Sumbu utama mempunyai sudut: =7º dan = 40º (lihat Gambar 9)

b. Perbandingan skala ukuran pada sumbu x = 1 : 1, pada sumbu y = 1 : 2, dan pada sumbu z 1 : 1.

Keterangan:

  • Ukuran pada sumbu xdigambar 40 mm
  • Ukuran gambar pada sumbu y digambar 1/2 nya, yaitu20 mm
  • Ukuran pada sumbu z digambar 40 mm

Ada juga gambar dalam bentuk Trimetri,yaitu: Kemiringan kedua sisinya berbeda, satu sisinya perbandingan 1 : 11 dengan panjang = 9/10a, sedang kemiringan sisi lainnya perbandingan 1 : 3 dengan panjang = a, dan tinggi sisinya = a

Proyeksi Miring

Selain bentuk benda digambar dengan isometri ada yang digambar dengan proyeksi miring (oblique), garis-garis proyeksinya (proyektor) tidak tegak lurus pada bidang gambar tetapi miringnya sembarang.

Dengan demikian maka dalam gambarnya dua sisinya saling tegak lurus dan satu sisinya miring. Kemiringan sisinya membentuk sudut 30º atau 45º dengan panjang = a, sedang sisi yang saling tegak lurus panjangnya = a, dan ini dapat dilihat dalam contoh pada penggambaran kubus.

Proyeksi Perspektif

Pada proyeksi perspektif garis-garis pandangan pengamat (garis proyeksi) dipusatkan pada satu titik. Titik tersebut dianggap sebagai “mata” pengamat. Ada tiga jenis gambar perspektif

  • Gambar perspektif satu titik

Gambar ini menggunakan satu titik sebagai titik pandangan

  • Gambar perspektif dua titik

Pada gambar perspektif ini menggunakan dua titik sebagai pusat pengamatan

  • Gambar perspektif tiga titik

Pada gambar perspektif ini menggunakan tiga titik sebagai pusat pengamatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *