Cara Kalibrasi Dial Indicator

Sobat kursus CNC, untuk menjaga performa alat ukur agar tetap baik dan tahan lama, terutama untuk alat ukur yang presisi, maka diperlukan kondisi perbaikan agar performa pengukuran alat ukur tetap terjaga. Untuk itu diperlukan proses yang dinamakan dengan kalibrasi.

Pada umumnya kalibrasi merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

Metode dial indikator adalah metode yang paling banyak di lakukan, karena ketelitian cukup dapat dipertanggung-jawabkan, terutama jika dilakukan dengan professional. Dan harga alat relatif murah.cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui suatu kerataan benda kerja :

  • penggaris/mistar, lehih murah, mudah tapi sangat kasar.
  • optical, laser, lebih akurat, mudah tapi peralatan mahal,

Keuntungan metode Dial:

  1. Metode ini cukup akurat.
  2. Cukup efisien untuk poros berdiameter besar maupun kecil
  3. Dengan menggambar atau mudah melihat posisi kedua poros
  4. Dapat dilakukan untuk kedua poros yang dapat diputar ataupun hanya satu
  5. Alat cukup murah dibanding alat lacer atau alat lain,
  6. Mudah di gambar, dibuat perhitungan-perhitungan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat .
  7. Cukup sesuai untuk mesin-mesin besar, putaran tinggi

Kerugian metode Dial :

  1. Mengerjakanya harus sangat teliti / hati2, pemasangan dial harus kokoh, sehingga dapat dihindari salah baca / salah penunjukan.
  2. Toleransi, run-out, sag harus diketahui atau di chek dulu.
  3. Jika permukaan kopling tidak rata atau run-out nya besar, maka penunjukan dial indicator menjadi tidak sebenarnya, sehingga selanjutnya perhitungan-perhitungan menjadi salah.
  4. Aksial clearence sangat mempengaruhi kesalahan.

Komponen-komponen dial indikator

  1. Plunger
  2. Sekrup pengkalibrasi
  3. Skala utama
  4. Skala nonius
  5. Poros penyangga
  6. Sambungan
  7. Sekrup penyetel posisi plunjer
  8. Dudukan magnet
  9. Saklar magnet

Cara Mengkalibrasi

  1. Letakkan dial indikotor pada tempat yang datar
    1. Amatilah pada skala utama dan skala nonius
    2. Jika pada skala utama tidak menunjukkan pada angka 0 (nol), maka putarlah sekrup pengkalibrasi baik searah jarum jam atau sebaliknya, tergantung dari kebuthan, sampai jarum skala utama menunjukkan pada angka 0 (nol)
    3. Kemudian amatilah pada skala nonius, jika tidak tepat pada angka 0 (nol), maka putarlah ring pada skala nonius hingga jarum pada skala nonius menunjukkan angka 0 (nol)

Contoh penggunaan

  • siapkan sepasang V blok, dan diletakkan secara berjajar
  • bersihkan dulu benda kerja yang akan diukur, baik dari debu, gemuk, dll
  • kalibrasilah DTI
  • letakkan output shalf di celah-celah V blok
  • kemudian letakkan DTI di sisi V blok dan hidupkan medan magnetnya
  • aturlah DTI sehingga sedemikian rupa hingga plunyer telah pasti menyentuh benda kerja
  • kalibrasi ulang DTI
  • putarlah benda kerja sebesar 360˚,
  • selama proses pemutaran benda kerja berlangsung amatilah skala nonius dan skalautama pada DTI
  • catat hasilnya yang menunjukkan angka tertinggi

Contoh

Setelah benda kerja diputar-putar pada skala nonius menunjukkan angka 0.12 mm dan skala utama nol (0) maka kelengkungan poros tersebut adalah 0,12 mm.

Dial indikator adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kerataan, kebengkokan, kebundaran dan lain sebagainya. Dial indikator memiliki ketelitian dari 0,01­-0,0005 mm, tetapi alat ini hanya mampu mengukur kebengkokan ± 1,5 cm/ 15 mm saja. DTI biasanya diterapkan pada bengkel-bengkel mobil/motor, diler mobil/motor, dan prusahaan otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *