Cara Mengatur Putaran Benda Kerja Pada Mesin Bubut Manual

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Sebelum seseorang dapat menjadi operator mesin bubut CNC yang baik dan handal, maka seorang operator haruslah memahami terlebih dahulu parameter-parameter  proses pembubutan secara manual. Diantara parameter-parameter  proses tersebut salah satunya adalah cara menentukan putaran benda kerja.

Parameter Proses Pembubutan

Putaran benda kerja pada mesin bubut dapat ditunjukkan dengan suatu titik yang berputar dalam satuan waktu,  atau dengan kata lain suatu titik tersebut berputar berapa kali dalam satu menit. 

Jumlah putaran benda kerja ini tidak asal hitung dan tergantung suka suka kita, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penentuan putaran benda kerja ini, diantaranya adalah jenis material benda kerja, jenis material alat potong dan kecepatan potong dari  material tersebut.

Kecepatan potong merupakan faktor utama dalam menentukan putaran benda kerja. Dengan menggunakan kecepatan potong yang tepat diharapkan alat potong dapat melakukan pemotongan secara terus menerus  pada waktu tertentu tanpa kita harus bolak balik mengasah alat  potongnya.

Kecepatan potong biasanya ditentukan dalam satuan m/ menit. Makin tinggi kecepatan potongnya ( untuk bahan yang sama) maka makin berkurang umur pahatnya; makin rendah kecepatan potongnya maka makin bertambah umurnya tapi makin kasar permukaan benda kerjanya.

Cara Mengatur Putaran Benda Kerja

Untuk lebih jelasnya, mari kita baca penjelasan pada ilustrasi  dibawah ini yang menjelaskan hubungan putaran benda kerja, kecepatan potong dan tatal yang terbentuk sebagai berikut :

putaran benda kerja

Jika benda kerja dengan garis tengah D1 membuat 1 putaran tiap menit; maka panjang tatal ( beram) yang terpotong ( tersayat) dalam 1 menit adalah d x π = keliling.

Jika benda kerja berputar lebih dari 1 putaran dalam 1 menit, misalnya n putaran; maka panjang tatal yang terpotong dalam 1 menit = d x π x n.

BACA JUGA  Cara Menggunakan Mikrometer

Panjang tatal ini diukur dalam satuan meter tiap menit dan dinamakan dengan kecepatan potong (V).

V = d x π x n

– Makin besar garis tengah benda kerja maka makin panjang perbandingan tatal yang terbentuk. Dengan demikian, kecepatan potong itu dipengaruhi langsung oleh besarnya garis tengah benda kerja dan banyaknya putaran tiap menit atau RPM.

– Kecepatan potong dalam proses pembubutan dinyatakan dalam satuan meter/menit. Oleh karena itu kita harus membaginya dengan 1000 untuk memperoleh satuan meter.

Berikut rumus tetapan yang adpaat kit agunakan untuk menentukan putaran benda kerja pada mesin bubut CNC:

V ( dalam meter/menit) = d ( dalam mm ) x π x n ( RPM ) / 1000

Maka n didapatkan :   

n = 1000 x V / d x π   dalam RPM

Kesimpulan

Perlu kita ingat, untuk mengerjakan benda kerja di mesin, tidak hanya kecepatan potong saja yang mempengaruhi benda kerja. Akan tetapi juga kecepatan pemakan, kedalaman pemakan dan susut-sudut pahatnya harus tepat untuk bahan yang dikerjakan , serta proses pendinginannya.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.