Arah Putaran Dan Pemakanan Pisau Milling Pada Proses Milling CNC

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on email

Proses Milling CNC, ada dua cara berbeda untuk memotong bahan saat proses milling, yaitu :  konvensional milling dan climb milling. Perbedaan antara kedua teknik ini terletak pada hubungannya dalam hal putaran pisau dengan arah pemakanannya. Pada konvensional milling, pisau  berputar melawan arah pemakanan sementara pada climb milling pisau berputar searah dengan pemakanan.

Untuk lebih jelasnya dalam memamahami  teknik milling ini, silahkan disimak perbedaan kedua teknik milling di bawah ini.

Konvensional Milling

konvensional milling
konvensional milling

Lebar chip dimulai dari nol dan meningkat yang menyebabkan lebih banyak panas berdifusi ke dalam benda kerja dan menghasilkan pengerasan pada benda kerja 

– Pisau bergesekan lebih banyak di awal pemotongan menyebabkan keausan pisau lebih cepat dan mengurangi masa pakai pisau.

– Beram terbawa ke atas oleh gigi pisau dan jatuh di depan pemotong menciptakan hasil akhir yang kurang baik karena terjadi pemotongan ulang beram

– Gaya ke atas yang timbul pada proses milling secara horizontal cenderung mengangkat benda kerja, sehingga diperlukan pencekaman yang lebih kuat untuk mengurangi daya angkat yang terjadi.

Climb Milling

climb milling
climb milling

Lebar beram dimulai dari maksimum dan terus berkurang sehingga panas yang dihasilkan selama proses pemotongan akan lebih banyak terserap ke dalam beram.

– Menciptakan bidang geser yang lebih bersih yang menyebabkan pahat bergesekan lebih sedikit dan sehingga masa pakai pisau lebih lama.

– Beram dikeluarkan di belakang pemotong sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pemotongan ulang pada beram.

– Gaya ke bawah dalam proses milling horizontal dapat membantu menekan benda kerja ke bawah, sehingga pencekaman  tidak terlalu rumit. 

Kapan kita dapat menentukan  Konvensional Milling ataukah Climb Milling untuk proses pengerjaan kita  ? Climb milling umumnya merupakan cara terbaik untuk  saat ini dalam proses pengerjaan milling karena dapat mengurangi beban potong pisau, menghasilkan permukaan akhir benda kerja yang lebih baik, dan meningkatkan masa pakai pisau. Sedangkan pada konvensional milling, pisau cenderung menggali benda kerja sehingga kemungkinan terjadinya blong ( keluar dari toleransi)  semakin besar. Meskipun Climb Milling  adalah cara yang lebih disukai , akan tetapi ada kalanya konvensional miling adalah pilihan yang disarankan,terutama pada proses pengerjaan milling pada benda kerja hasil pengecoran atau penempaan.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.