Set Up  Autodesk Fusion CAM

Set Up Autodesk Fusion CAM

Semua operasi CAM di Fusion berisi tentang strategi dan pengaturan parameter. Setup ( pengaturan dan persiapan) adalah sebuah proses untuk memberi Informasi pada  Fusion bagaimana sebuah benda kerja diposisikan pada meja  mesin CNC. Kemudian bagaimana kita menentukan sistem koordinat dan titik asal untuk benda kerja tersebut. Pada artikel ini anda akan dijelaskan tentang Set Up Autodesk Fusion CAM milling CNC.

SetUp ini juga  juga memiliki fungsi sekunder yang tidak kalah pentingnya. Setup akan mengelompokkan operasi pemotongan. Ini  merupakan salah satu kenyamana yang akan kita rasakan, karena bagi Anda sangat memungkinkan untuk membuat sebuah kode beberapa operasi pemotongan sekaligus dalam satu file instruksi. Pindahkan filenya dan biarkan mesin CNC Anda melakukan sisanya.

Proses operasi yang dikelompokkan ini  juga penting untuk proses rest machining. Rest machining adalah proses  pemesinan yang hanya memotong material yang tidak diproses oleh operasi sebelumnya. Rest machining  sangat penting untuk pemesinan 3D, karena bila tidak ada rest machining, waktu pemesinan bisa menjadi lama dan tidak terkendali.

3 Langkah penting dalam melakukan Set Up Autodesk Fusion

Dalam membuat setup pada Fusion CAM, ada tiga langkah penting. Langkah penting dalam melakukan SETUP dapat dibaca di sini https://kursuscnc.com/tiga-langkah-setup-dalam-p-emrograman-fusion-untuk-proses-milling-cnc/(opens in a new tab)

Apa saja keuntungan menggunakan Autodesk Fusion bagi anda?

TAB SETUP

Tab ini memungkinkan Anda untuk menentukan orientasi dan titik origin dari benda kerja Anda, serta bagian atau komponen yang akan Anda proses.

Sistem Koordinat Kerja (WCS)

Orientasi: Pilih sumbu/ Bidang Z & sumbu X

Anda dapat mengikuti saran saya dalam menyiapkan sistem koordinat kerja untuk model Anda yang cocok dengan mesin CNC Anda. Anda dapat memilih langsung “Model orientation”” dan selesai. Jika tidak, pilihlah  salah satu dari tiga opsi berikutnya, yang kira-kira mirip, dan sesuaikan parameter WCS lainnya.

Sumbu Z: Pilih bidang yang tegak lurus dengan sumbu Z (seperti bagian atas stok), atau sumbu yang sejajar dengan sumbu Z (seperti tepi vertikal stok).

Balik / Flip Sumbu Z: (opsional)

Fusion akan mengira arah di mana sumbu Z naik. Jika ternyata perkiraan Fusion salah, Anda bisa langsung mencentang kotak ini untuk membalik arah sumbu Z tersbeut.

Sumbu X: Pilih tepi dalam model Anda yang sejajar dengan sumbu X.

Balik Sumbu X: (opsional)

Sumbu X (merah) harus mengarah ke arah nilai X yang poistif. Jika tidak, centang kotak ini untuk membalik orientasinya.

Titik Origin: Titik Benda kerja

Pilihan lain juga valid, dan cukup jelas. Anda perlu menetapkan titik asal. Yang penting adalah Anda memilih satu yang bisa Anda nolkan.

Titik stock

Titik stok: Pilih titik kanan bawah di tepi atas stok

Atau pilih titik yang berbeda. Anda dapat menempatkan titik origin Anda di mana pun Anda inginkan, selama nol  Anda berada di titik yang sama.

Model

Model: Pilih model yang sesuai dengan rencana proses pemesinan anda.

Raw Material

Mode:

mode: relative size box

Anda dapat memilih Raw Material  dengan ukuran yang sudah pasti,  jika Anda tahu persis dimensi stok/ Raw Material Anda. Bila anda menggunakan Opsi default, kemudian Fusion akan menentukan dimensi stok/ Raw Material relatif terhadap model yang akan Anda lakukan pemesinan.

Offset Raw Material

Jika anda biasanya ingin memasukkan offset ukuran tertentu berdasarkan rencana anda sebelum mengerjakannya.

Namun, Jika Anda tidak berencana untuk melakukan proses facing apapun, pastikan untuk mengatur semua iffset ukurannya ke 0. Jika tidak, operasi pemotongan Anda semua akan memiliki nilai Z yang salah.

Ukuran / Dimensions

Nilai-nilai ini secara otomatis dihitung berdasarkan pilihan Anda sebelumnya. Tinjaulah ulang nilai dari ukuran tersebut untuk memverifikasi pilihan Anda.

Jika nilai Z terlalu besar misalnya,  kemungkinan Anda tidak mengarahkan sumbu dengan benar (mis., Fusion menganggap sumbu X atau Y Anda adalah sumbu Z).  Dan jika nilai Z mendekati tetapi tidak tepat, Anda mungkin lupa mengatur lapisan stok Anda dengan benar, atau secara tidak sengaja menambahkan offset ke bagian atas s

Singkatnya, pastikan nilai-nilai ini menggambarkan dimensi benda fisik yang Anda buat. Jika tidak, cari tahu alasannya sebelum melanjutkan dengan pemotongan apa pun.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Mengapa Memilih Autodesk Fusion untuk software CAD CAM? Simak penjelasannya!!

Autodesk Fusion 360 telah  menghadirkan opsi CAD yang kuat, ekonomis dan dapat diakses untuk para atau para pelaku Bisnis UMKM bengkel CNC.  Software CAD ini memiliki  antarmuka pengguna (yang relatif) dapat dipahami. Selain itu banyak tersedia forum komunitas pengguna aktifnya, dan yang tak kalah pentingnya adalah menyediakan akses gratis untuk para profesional dan siswa. 1 tahun diberikan fasilitas ujicoba dapat membuat seseorang jatuh cinta. Ini adalah salah satu alasan saja Mengapa Memilih Autodesk Fusion untuk software CAD CAM.

Fusion juga menyediakan fitur yang sederhana, ekonomis dan tetap dapat memenuhi kebutuhan proses manufaktur berbantuan komputer (computer-aided manufacturing (CAM). Software ini sangat membantu Anda untuk mengintegrasikan langsung dari desain yang berupa konsepsi hingga realitas fisik.

Jika kita berbicara mengenai fitur CAM, yang ada dalam benak kita tentunya hanya  kerumitan. Namun,  jika Anda baru mengenal Fusion 360, maka anda akan menemukan bahwa untuk membuat model produk yang Anda sudah rancang  dalam kayu,  plastik, logam atau busa tidaklah sesulit dibayangkan sebelumnya.

Artikel panduan ini saya buat sebagai pengantar pemula untuk CAM di Fusion 360 dengan  beberapa tujuan:

Memilih Autodesk Fusion untuk software CAD CAM

Instruksi yang sekuensial

Panduan ini hanya memandu dan  menawarkan serangkaian instruksi langkah demi langkah bagaimana Anda dapat mewujudkan dari desain ke objek fisik menggunakan Fusion 360. Pada pembelajarnnya, nanti akan ada proses operasi pemesinan, pemotongan yang akan dijelaskan dengan cukup rinci. Jadi kami harap, Anda sudah dapat  memahami proses pemesinan terlebih dahulu.

Tips pemecahan masalah berdasarkan pengalaman

Panduan ini juga mencakup tips-tips pemecahan masalah dan informasi berdasarkan pengalaman Kami dalam mengeksplorasi CAM Fusion.

Pendekatan strategi Pemesinan yang efektif dan efisien

Pada artikel berikutnya juga akan menguraikan pendekatan pemesinan 3D  serta strategi pengerjaan yang dapat membantu Anda dalam mengelola efektifitas waktu dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Install Fusion Anda dari situs Autodesk ini.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Keuntungan Menggunakan Autodesk Fusion 360

Pada Artikel ini anda akan diajak untukmengetahui keuntungan menggunakan Autodesk Fusion 360. Fusion 360 dari Autodesk adalah Software serbaguna yang hebat untuk para desainer dan produsen di bidang pemesinan. 

Merancang produk dan proses di Autodesk Fusion

Keuntungan menggunakan software ini  adalah anda dapat melakukan kegiatan mendesain dan manufaktur  dilakukan pada platform yang sama. Anda dapat melakukan kegiatan tidak perlu berpindah Software. Sehingga tentunya anda bisa menghemat jumlah orang, tenaga, koordinasi dan masih banyak lagi.

Tab Fusion  360 Manufacturing dapat menterjemahkan  jalur pahat dan kemudian mengekspornya ke kode-G. Yang kemudian program dalam bentuk Kode G tersebut dapat  untuk digunakan oleh mesin CNC.

Seorang desainer harus memiliki daya bayang sebuah proses manufaktur. di dalam pikiran seorang desainer, proses pembuatan produk yang sedang dirancang seharusnya sudah terdefinisi dengan jelas sejak  proses mendesain. Maka dari itu, seorang desainer yang hebat adalah yang sudah menguasai proses manufaktur dari hulu ke hilir.

Sama halnya seperti pada  komponen  3D printing yang dirancang, desainer harus memikirkan sekuens  printing yang optimal. Begitupun halnya  komponen yang di milling CNC, desainer juga  harus merancang proses milling CNC yang optimal. Seperti, mempertimbangkan alat potong, kecepatan, feeding, kedalaman pemakanan dan sekuens pemotongan.

Lantas,  seperti apa kondisi desain proses milling CNC yang optimal?

Dan, bagaimana Fusion 360 dapat sesuai dalam proses mendesain langkah kerja dan proses pemakanannya?

dan apa saja keuntungan menggunakan Autodesk Fusion bagi anda?

Pada artikel ini, Anda dianggap sudah memiliki pengetahuan dasar tentang tab “desain” platform Autodesk Fusion 360.  Jika anda belum memilikinya, silahkan buka artikel kami tentang mendesain dengan Fusion 360 dan desain CNC.

Di artikel ini dan beberapa artikel selanjutnya, kita akan fokus pada tab “Manufacture”, yang digunakan untuk membuat toolpath untuk bagian 3D.

Anda dapat juga menyimak di sini untuk menambah pemahaman terutama keuntungan-keuntungan yang dapat anda peroleh dari Fusion 360

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

2 faktor modelling dan Desain/perancangan untuk proses MIlling CNC pada Alur Proses Operasi Fusion

Saat merancang bagian untuk proses milling CNC, beberapa pertimbangan perlu dibuat. Semakin Anda mempertimbangkan banyak hal , semakin mudah dalam proses Milling CNCnya. Di sini, kami akan mengulas dua Faktor terpenting yang harus Anda buat saat merancang produk  atau desain untuk Proses CNC.

Alat Potong MIlling CNC

Pemilihan alat potong pada sebuah proses permesinan akan mempengaruhi biaya permesinannya. Ketika kita dapat memilih untuk menggunakan pahat yang Sederhana di sepanjang proses  permesinan, maka akan semakin murah biayanya. selain murah, pembuatannya pun menjadi lebih mudah. Misalnya, bila suatu produk membutuhkan alat potong khusus tentunya akan  jauh lebih sulit dan lebih mahal untuk dikerjakan daripada produk yang membutuhkan 3 atau 4 menggunakan alat potong standar dan banyak di pasaran.

Ada banyak Alat potong standar keluaan suatu  pabrik teretentu untuk milling  CNC.  Pada artikel ini akan coba dijelasakan beberapa alat potong yang mendasar seperti terlihat pada gambar:

Flathead, bullhead, dan ball head.

Digunakan untuk memproses  slot, alur, rongga caviti, dan dinding vertikal lainnya. dengan geometri ini, programmer  memungkinkan untuk dapat mengerjakan sebagian besar produk. Misalnya, operasi paralel 3D dalam kombinasi dengan ball head mill dapat membuat permukaan 3D yang kompleks.

Mata Bor / Drill.

Umum dan cepat. Alat potong  ini digunakan dan berfungsi dengan baik untuk membuat lubang tembus dan lubang awalan yang nantinya akan dilanjutkan proses penguliran. Untuk lubang yang lebih presisi yang akan dipasang bearing atau komponen presisi lainnya, dapat dilakukan proses selanjutnya dengan operasi reaming atau boring menggunakan end mill.

Pisau slotting / Slot Cutter.

Dengan alat potong ini, memungkinkan anda untuk melakukan proses milling slot-T serta pemotongan lain yang perlu dilakukan pada bagian tersebut.

Endmill pembuat ulir/ Threading Tap.

alat potong jenis ini biasanya digunakan untuk membuat lubang ulir.

Face Cutter.

Alat potong ini biasanya digunakan untuk memproses milling permukaan  bahan stok/ raw material  ke dimensi yang diinginkan. Alat potong ini biasanya digunakan untuk menghilangkan material dari permukaan datar yang besar. Face Mill memiliki diameter yang jauh lebih besar daripada alat potong datar lainnya untuk mengoptimalkan tingkat pemakanan material.

Install Fusion Anda dari situs Autodesk ini.

Kompleksitas Geometris desain untuk Proses CNC.

Ketika kompleksitas sebuah produk meningkat, maka harganya pun akan meningkat. Mencetak impeler 3D dapat menjadi relative lebih mudah.  Tetapi jika Anda mencoba mengerjakan impeler yang sama pada mesin milling CNC 3-sumbu, maka hal tersebut akan menjadi  sebuah mimpi buruk. Bukan karena apa, tapi karena kesulitan proses yang cukup tinggi.

Sebuah mesin Milling 5-sumbu kemudian yang hanya dapat digunakan untuk memproduksi bagian tersebut. Selain itupun,  perkakas khusus pasti dibutuhkan. Semua hal tersebut akan menambah lama pengerjaan proses yang kanamengakibatkan biaya pembuatannya punmenjadi mahal.

Namun, desain 2D sederhana tidak memerlukan semua hal  itu  di atas. Dan akibatnya tentu akan menjadi  jauh lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah dalam proses pembuatannya. Secara keseluruhan, harga produk sangat bergantung pada geometrinya.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

ALUR KERJA PROSES OPERASI MILLING CNC Dengan Fusion 360.

Pada artikel ini, anda akan dijelaskan tentang Alur kerja Proses Operasi Milling CNC Fusion berdasarkan pengalaman penulis. Anda akan dijelaskan versi ringkas dari proses terperinci yang disarankan oleh Autodesk. Alur kerja berikut adalah representasi sederhana dari proses pemrograman untuk operasi milling CNC dengan Fusion 360.

Alur Proses Operasi milling cnc Fusion 360

Pemodelan  dan Desain/perancangan untuk proses MIlling CNC.

Di bagian ini sebuah produk akan  dimodelkan terlebih dahulu. Melalui Model 3D sebuah produk, Programmer akan dapat merencanakan ada berapa langkah sekuens permesinan yang akan dilakukan. Kemudian,  mempertimbangkan keterbatasan yang ada dari proses Milling CNC  tersebut. Dan yang terakhir adalah, perkakas apa saja yang tersedia untuk  proses Milling tersebut.

SET UP

Pada tahap ini, programmer akan melakukan proses persiapan terlebih dahulu. Proses SetUp ini sangat mudah dilakukan. Pada proses ini, programmer dapat menentukan  material yang akan digunakan serta  langsung menentukan Sistem Koordinat Kerja (WCS) yang akan dipanggil ke dalam program.

Operasi Milling

Programmer akan menginformasikan kepada  Fusion 360, operasi mana saja yang harus dilakukan oleh Fusion. Selanjutnya, di bagian mana saja proses tersebut harus dilakukan. Kecepatan serta feeding berapa yang digunakan pada proses pengasaran dan proses finishing. Pada proses ini kita akan banyak fokus pada operasi penggilingan 2D, karena operasi penggilingan 3D sangat kompleks.

Simulasi

Proses ini adalah bagian penting dari sebuah proses mendesain. Pada simulasi  ini, perancang akan dapat menyadari sebagian besar kesalahan dalam sebuah proses operasi. Di sini, program dapat menunjukkan kesalahan sebelum terjadi. Pada tahapan simulasi ini, perancang akan  bolak-balik dari  simulasi ke opoerasi milling untuk melakukan modifikasi operasi milling, sebelum melanjutkan ke langkah terakhir. Proses bolak -balik ini adalah sangat wajar dilakukan oleh perancang.

Post Processing

Di proses inilah Fusion 360 akan membuat kode-G khusus mesin Anda. Fusion akan mengkonversi setiap operasi milling yang sudah kita tentukan ke dalam sebuah blok program CNC. Fusion akan menerjemahkan operasi yang dibuat oleh programmer ke bahasa yang dapat dimengerti oleh mesin CNC Anda.

Install Fusion Anda dari situs Autodesk , dan cara installnya dapat anda lihat di artikel ini.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Kode G untuk sistem koordinat (G54, G55, G56, G57, G58 dan G59)

Kode G untuk sistem koordinat

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Kode G untuk sistem koordinat yang biasa digunakan pada suatu program CNC.

G54, G55, G56, G57, G58 dan G59 adalah kode G untuk melakukan perpindahan datum. Semua Perintah kode G tersebut akan memberi tahu kontrol CNC,  datum mana yang akan kita gunakan. Setelah mesin membaca salah satu kode ini, mesin akan terus bekerja mulai dari posisi datum G54 dan berlanjut sampai ke posisi datum G59.

Jika kita mengatur G10 ke P1 mesin akan menggunakan posisi yang diatur oleh perintah G10 sebagai posisi nol yang digunakan oleh datum G54. (P1 = G54). Dari baris program yang menyatakan ‘G54’ semua dimensi akan memiliki datum baru. Ini juga dapat diatur menggunakan kontrol mesin alih-alih menggunakan channel G10. Hal ini memungkinkan kita untuk menyentuh posisi datum kerja, jika datum berubah setiap kali bagian diatur. Misalnya, jika kita memuat wakil ke mesin setiap kali diatur, datum akan berada di posisi yang berbeda karena wakil akan berada di posisi yang berbeda.

G-Codes G55, G56, G57, G58 dan G59 semuanya digunakan sebagai posisi datum ekstra dan diatur secara terpisah. Jika itu tidak cukup datum kita dapat memperluas ini lebih lanjut dengan menggunakan G55.1, G55.2 dll untuk memberi kita lebih dari cukup pilihan bahkan untuk bagian yang paling kompleks.

Mengapa kita harus melakukan offset sistem koordinat pada mesin CNC?

Kita dapat mengasumsikan bahwa offset kerja tidak lain seperti bookmark atau pembatas buku. Mesin akan mengidentifikasi tempat-tempat pada  rentang posisi  kerja mesin Anda yang dapat dipindahkan. Jadi, pembatas buku itu akan menandai setiap koordinat yang kita inginkan untuk diketahui oleh mesin.

silahkan disimak video berikut ini:

unrtuk beberapa referensi tentang offset dapat disimak pada link berikut ini cnc-datums-g10-g53-g54

Kursus CNC online

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

G41 G42 Kompensasi Cutter

Pada artikel kali ini, Anda akan dijelaskan tentang G41 G42 Kompensasi Cutter Milling.

Sebelumnya, kita harus mendapatkan gambaran tentang apa yang dimaksud dengan kompensasi Cutter Milling. Kompensasi ini merupakan pergeseran atau offset dari garis sumbu shank alat potong.

Kompensasi Cutter ini  juga disebut sebagai CDC ( Kompensasi Diameter Pemotong) karena seseorang dapat menyesuaikan jalur pahat pemesinan untuk mengganti keausan pahat, ukuran, dan defleksi. Kompensasi ini juga dapat membantu anda, untuk dapat menyesuaikan diameter alat potong / cutter  baru tanpa mengubah kode G apa pun.

Saat memprogram mesin CNC, andaharus mempertimbangkan diameter Cutter atau bagian yang akan dikecilkan oleh radius dari cutter tersebut.

Kompensasi Cutter yang biasanya digunakan oleh seorang programmer adalah kode G41 dan G42. Dengan menggunakan Kode G tersebut, akan memungkinkan mesin untuk menghitung kompensasi alat potong secara otomatis, sehingga programmer dapat memprogram sesuai dengan  dimensi gambar kerja.

Offset Cutter di kiri atau di kanan?

Kita dapat menggunakan dua kode G yang berbeda untuk menerapkan kompensasi cutter ini tergantung pada arah pemotongannya.

G41 adalah kompensasi kiri dan G42 adalah kompensasi kanan.

Pada mesin CNC, biasanya disarankan untuk menggunakan climbing milling. Ini perlu dipertimbangkan saat menulis program, sehingga anda dapat memutuskan arah kompensasi pemotong yang akan diterapkan. Saat anda ingin membatalkan kompensasi yang telaha digunakan, Anda dapat menggunakan kode G40. Dan Anda disarankan untuk mengakhiri setiap bagian program dengan G40.

sumber: https://youtu.be/cpdwhIC9bUg

Penerapan Kompensasi Cutter

berikut adalah tiga cara berbeda agar kompensasi Cutter dapat diterapkan

  • G42 P5.0;

Dengan menggunakan nilai ‘P’, anda dapat memberi tahu mesin; bahwa anda ingin melakukan kompensasi pemotong dengan jumlah yang ditentukan. dalam hal ini adalah  5mm.

Teknik ini biasanya digunakan pada router desktop dan mesin CNC kecil tanpa tabel alat bawaan

  • G42 X5.0;

Cara lainadalah anda dapat menulis ini adalah dengan menggunakan nilai ‘X’, artinya sama.

  • G42;

Secara Sederhana, pada mesin dengan tabel alat bawaan dalam sistem kontrolnya, anda biasanya melihat kompensasi pemotong hanya diterapkan menggunakan perintah G42 (atau G41).

Pada Mesin CNC industri yang lebih besar,  biasanya pendefinisian radius pahat ini dilakukan pada saat informasi pahat dimasukkan ke dalam tabel pahat Ketika sedang dilakukan setup alat potong pada mesin. Selama pemanggilan program, mesin menarik semua informasi alat potong ke dalam memorinya dan kemudian G42 akan memberi tahu mesin, bahwa kita akan menggunakan kompensasi Cutter.

Contoh G40 G41 Kompensasi Cutter

silahkan anda lihat perintah G41 dari program bagian ini

T0101 (10MM ENDMILL);

M06;

G21 G90;

S800 M03;

G41 P5.0;

G00 X0.0 Y0.0;

Z-10;

G01 Y60.0 F100.0;

X100.0;

Y0.0;

X0.0;

G00 Z50.0;

X200,0 Y200,0;

Anda mulai dengan memanggil alat, endmill 10mm.

Kemudian anda melakukan pergantian pahat dengan perintah M06 dan set turn spindel on (M03) pada 800RPM. kemudian menyetel mesin ke sistem absolut dan metrik menggunakan G21 dan G90.

Sebelum Anda memindahkan alat Potong, Anda perlu menerapkan terlebih dahulu kompensasi pemotong G41 dan memberi tahu mesin bahwa anda akan melakukan kompensasi cutter 5mm saya dengan nilai P. (5mm menjadi radius alat potong)

anda akan mengerjakan bagian ini dengan memulai dari posisi datum di sudut kiri bawah. Kemudian bergerak hingga posisi Y60.0.

 Dan endmill perlu di-offset di sebelah kiri material, jadi gunakan G41 dan bukan G42. Blok program berikutnya adalah gerakan dimensi untuk memotong kontur dari benda kerja.

Segera hubungi Sentra Teknika untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

sumber: https://gcodetutor.com/gcode-tutorial/g41-g42-cutter-compensation.html

Parameter Proses Pemakanan pada CNC? (1)

Sobat kursus CNC, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang  Parameter Proses Pemakanan pada CNC.

Tujuan akhir dari setiap proses pemesinan adalah secara bertahap memotong lapisan material dari sebuah dari benda kerja. Proses yang  mengurangi lapisan material ini merupakan jenis operasi pemesinan subtraktif. Jenis operasi pemesinan ini dapat saja berupa untuk memberikan bentuk, ukuran, dan akurasi tertentu. Yang kemudian pada benda kerja tersebut dilakukan penyelesaian yang cukup halus.

Gerakan simultan antara kedalaman pemakanan, kecepatan potong dan kecepatan pemakanan harus terjadi pada  suatu proses pemesinan. Ketiga parameter tersebut yang akan dapat   menghilangkan lapisan material yang tidak diinginkan dari pekerjaan dalam bentuk chip atau geram.

Mari kita bahas lebih mendalam tentang ketiga Parameter Proses Pemakanan pada CNC tersebut

1. Depth Of Cut

Kedalaman potong adalah gerakan potong berupa kedalaman material yang diperlukan untuk menghilangkan lapisan material dari sebuah benda kerja dengan pemesinan. Kedalaman potong diukur dalam milimeter (mm) dan istilah ini dilambangkan dengan t.

Kedalaman-potong umumnya diberikan pada sepertiga dari tiga arah tegak lurus (kecepatan potong, laju pemakanan, dan kedalaman potong, arah gerak ketiganya saling tegak lurus satu sama lain).

Berapa Kedalaman Pemotongan?

Kedalaman potong mengacu pada lebar lapisan logam yang dipotong dari benda kerja selama pemesinan. Jarak yang dihitung yang tegak lurus antara permukaan yang tidak dipotong dan permukaan benda kerja yang dikerjakan diambil. Kedalaman potongan dihitung dalam inci atau dalam milimeter (mm).

Efek Kedalaman Potong

Karena kedalaman pemotongan adalah salah satu dari tiga parameter yang diperlukan untuk pemotongan. Makanya nilainya akan mempengaruhi mempengaruhi kinerja pemesinan.

Beberapa efek umum dari depth of cut (DOC) pada kinerja pencocokan tercantum di bawah ini:

Jika kedalaman pemotongan lebih besar, maka itu menentukan MRR (Material Removal Rate) yang lebih besar. Pasalnya, MRR berbanding lurus dengan kecepatan potong, laju pemakanan dan DOC (kedalaman potong).

Oleh karena itu, produktivitas pemesinan dapat ditingkatkan dengan menerapkan kedalaman pemotongan yang lebih besar dan akibatnya biaya pemesinan dapat dikurangi.

Gaya potong didasarkan pada beban chip yang berbanding lurus dengan kedalaman potong. Oleh karena itu, semakin besar nilai kedalaman potong, semakin tinggi gaya potong yang dapat mempengaruhi kinerja operasi pemesinan dan menghasilkan getaran.

Jika kedalaman pemotongan lebih tinggi, maka dapat merusak alat pemotong dengan merusaknya secara menyedihkan, yang harus dihindari.

Selain di atas, nilai DOC juga mempengaruhi ketebalan chip, deformasi geser, jenis chip yang dihasilkan, dan banyak lagi, yang bertanggung jawab atas tindakan pemesinan dan menunjukkan kemampuan mesinnya.

Seleksi dan nilai kedalaman potong

Karena nilai DOC (kedalaman potong) adalah parameter paling signifikan yang bertanggung jawab atas kinerja keseluruhan operasi pemesinan dan ekonomi, kisaran optimal harus dipilih dengan tegas setelah mempertimbangkan faktor-faktor tertentu yang terkait dengan DOC. Umumnya, dalam tindakan pemesinan konvensional, nilai kedalaman potong berbeda antara 0,1 hingga 1,0 mm.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Pemrograman Inkremental G91

Sobat kursus CNC, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Pemrograman inkremental dengan G91.

Saat memprogram mesin CNC, kita harus mengetahui fungsi dari kode  G90 dan G91 serta perbedaanya. Untuk G90 biasanya dikenal dengan pemrograman absolut. Sedangkan G91 biasanya dikenal dengan pemrograman incremental.

Kode G ini memberi tahu mesin dan mengontrol cara membaca sistem pengukuran. Di bawah ini kita dapat melihat bagaimana prinsip kerja dari kode G91.

Koordinat Inkremental G91

Saat bekerja dengan pemosisian inkremental G91, Kami memerintahkan pahat untuk berpindah dari posisinya saat ini dan bukan posisi datum.

Gambar di atas menunjukkan bahwa bila kita ingin pindahposisi. Dari titik asal (datum) ke posisi A. Maka kita hanya perlu menggeser sejauh 80mm. mirip dengan dengan sistem koordinat absolut.

Kemudian, Untuk berpindah dari posisi A ke posisi B, maka kita hanya perlu memerintahkan sumbu X untuk bergerak 20mm ke arah plus.

Ini karena kita memberikan jarak dari posisi pahat dan bukan posisi datum.

Kita dapat menganggapnya sebagai asal atau datum yang bergeser ke pusat alat setelah setiap gerakan. Nah ini , bedanya antara absolut dengan inkremental. Pada inkremental, posisi terakhir akan menjadi datum baru.

Pemrograman Inkremental G91

Mari kita lihat bagaimana kita akan memprogram posisi lubang pada gambar ini.

Sekarang untuk program yang sama ditulis menggunakan sistem G91 Incremental.

Gambar di sini menunjukkan dimensi menggunakan inkremental. Semua dimensi diambil dari posisi pahat dan bukan datum.




:0003 (G91 EXAMPLE);
N2 T0202 (15MM DRILL);
G90 G21 (MOVING TO POSITION 1 IN ABSOLUTE);
S600 M03;
G00 X15.0 Y15.0 (POSITION 1);
G91 (INCREMENTAL MODE); X 20.0 (POSITION 2);
X20.0 (POSITION 3);
X20.0 (POSITION 4);
Y20.0 (POSITION 5);
X-20.0 (POSITION 6);
X -20.0 (POSITION 7);
X-20.0 (POSITION 8);
Y20.0 (POSITION 9);
X20.0 (POSITION 10);
X 20.0 (POSITION 11);
X20.0 (POSITION 12);
G90 (ABSOLUTE MODE);
G00 Z50.0;
G28 X0.0 Y0.0 M05;
M00;

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Sistem Koordinat pada mesin CNC


Sobat kursus CNC, pada rtikel ini kita kaan belajar tentang Sistem Koordinat pada mesin CNC.

Apakah kita pernah menyadari bahwa dalam keseharian kita  sering berhubungan dengan sistem koordinat?

ya betul, kita sering ,eme,uimya namun kita jarang menyadarinya. Bahkan sama sekali tidak sadar kalau kita tuh selalu bersinggunganan dengan sistem koordinat.

contohnya, kalau kita ingin berkunjung ke rumah seseorang, biasanya kita minta dijelaskan patokan-patokannya, dekat mana? sebelah mana, berapa jauh dari tempat ini?, warna apa?, belok kemana?,  muter balik kemana? dan lain-lain.

untuk lebih jelasnya mungkin bisa kita lihat ilustrasinya pada gambar di bawah ini.

Pertama kita berangkat dari rumah,  Dan rumah menjadi titik referensi awal  0 Km. Kemudian titik yang akan kita tuju adalah pabrik dengan jarak 10 Km. Setelah dari pabrik, kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju stadion. Maka, Pabrik akan menjadi  titik referensi awal  0 Km yang baru. Kemudian titik yang akan kita tuju adalah stadion dengan jarak 12 Km. Dan begitu seterusnya….

Sehingga kalau kita sudah sampai kantor dan kembali ke rumah, Maka notasi jarak dari  kantor ke rumah adalah menggunakan (minus) -40 Km. Coba sobat pikirkan, kenapa notasinya menjadi minus (-) ?

Ya, betul, Karena titik referensi awalnya atau 0 km nya di kantor. Kemudian mundur ke arah rumah sejauh 40 Km.

Yang  dijelaskan di atas adalah koordinat dengan Metode Incremental. Apa yang dimaksud dengan incremental ini?

Metode incremental ini adalah suatu metode pemrograman  dimana titik referensinya selalu berubah.

Maksudnya berubah bagaimana sih?

Berubahnya itu adalah setiap  titik terakhir. Titik tujuan akhir akan  menjadi titik referensi baru. Atau menjadi titik awal  untuk ukuran berikutnya. 

Metode Pemrograman dan Bahasa Pemrograman

Simak videonya di bawah ini.

Contoh Sistem Koordinat lainnya

  • Pada gambar dibawah ini  ada beberapa benda yang terleta pada suatu petak bangun datar. Pada baris tertulis huruf A, B, sampai G,  sedangkan pada lajur tertera angka 1 sampai 7. Hal ini memudahkan para pembaca memahami letak benda pada denah dibawah ini.
  • Pohon kelapa terletak pada lajur1, baris ke E, atau (1,E).
  • Komputer terletak pada lajur 1, baris G, atau (1,G).
  • Becak terletak pada lajur 2, baris A, Atau (2,A).
  • Penghapus terletak pada lajur 2, baris F, atau (2,F).
  • Telefon terletak pada lajur 3, baris B, atau (3,B).
  • Meja terletak pada lajur 3, Baris D, atau (3,D).
  • Rumah Sakit terletak pada lajur 4, baris C, atau (4,C).
  • Motor terletak pada lajur 4, baris F, atau (4,F).
  • Mobil terletak pada lajur 5, baris E, atau,(5,E).
  • Helm terletak pada lajur ke 6, baris ke F, atau (6,F).
  • Kalkulator terletak pada lajur 7, baris ke A, atau (7,A).
  • Rumah terletak di lajur 7, baris F, atau (7,F).

Kesimpulan Sistem Koordinat pada mesin CNC

Maka dari sinilah sistem koordinat sangatlah penting untuk pembelajaran dalam pemrograman manual dasar. 

Dalam matematika, Sistem koordinat cartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x dan koordinat y dari titik tersebut. Koordinat x sering disebut juga dengan absis sedangkan koordinat y sering disebut juga dengan ordinat.

Atau secara umum, keempat kuadran diurutkan mulai dari yang kanan atas [kuadran I], melingkar melawan arah jarum jam. Pada kuadran I, kedua koordinat [x dan y] bernilai positif.

Pada kuadran III, kedua koordinat bernilai negatif, dan pada kuadran IV, koordinat x bernilai positif dan y negatif [perhatikan kembali gambar di atas].

Matematika mempunyai cara praktis untuk menentukan letak suatu benda. Dengan cara menggunakan sistem koordinat Cartesius. Pada Sistem Koordinat Cartesius terdapat dua garis berpotongan tegak lurus. Garis yang mendatar disebut dengan sumbu X, sedangakan garis tegak disebut sumbu Y, titik potong ke dua sumbu disebut titik asal atau origin.

Dengan memakai bidang koordinat, letak suatu benda atau titik akan ditentukan oleh pasangan koordinatnya. Misalnya pada gambar diatas eterangannya adalah: Titik P terletak pada sumbu X di koordinat 3 dan pada sumbu Y di koordinat 5 atau bisa dtulis dengan singkat (3,5)

contoh aplikasi sistem koordinat ada pada gambar dibawah ini:

Kursus online CNC gratis

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Kursus CNC adalah situs e-learning untuk kamu yang ingin belajar mesin CNC dari dasar hingga mahir.

Home

Course

Article

Contact Us

Ruko Pondok Hijau Blok A5 No 11
Pengasinan Rawalumbu
Kota Bekasi 171115
cs@kursuscnc.com