Uraian Tugas Operator Cold Milling Machine

Uraian Tugas Operator Cold Milling Machine

Uraian Tugas Operator Cold Milling Machine

Berikut di bawah ini adalah uraian dari tugas seorang operator cold milling machine. Dalam hal pengoperasian sekaligus pemeliharaan harian sesuai prosedur sekaligus pembuatan laporan harian operasinya. 

Menerapkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3

Seorang operator cold milling machine menerapkan sistem Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Sekaligus pengendalian terhadap dampak lingkungan saat melaksanakan pemeliharaan maupun pengoperasian terhadap cold milling machine.

Diantaranya ialah dengan menggunakan APD (Alat pelindung Diri) sesuai standar K3; menggunakan dan memeriksa perlengkapan K3 sesuai standar; melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan cold milling machine sesuai dengan prosedur K3 dan menerapkan pengendalian dampak lingkungan selama pengoperasian dan pemeliharaan cold milling machine.

Melakuan Pemeliharaan Secara Harian

Melaksanakan pemeliharaan secara harian terhadap cold milling machine sesuai prosedur; diantaranya mengidentifikasi komponen utama untuk diperiksa sekaligus melakukan pemeriksaan keliling; mengecek kecukupan pelumas, bahan bakar serta air pendingin. Mengecek kondisi pada cutting tools, milling drum dan conveyor; sekaligus melumasi mesin sesuai prosedur.

Mengoperasikan Mesin Cold Milling Sesuai Prosedur

Mejalankan atau mengoperasikan mesin cold milling sesuai prosedur; diantaranya mengidentifikasi komponen utama serta melaksanakan persiapan operasi; melakukan pengupasan lapisan perkerasan jalan sesuai prosedur maupun spesifikasi pekerjaan. Operator cold milling machine juga melakukan pemeliharaan saat pengoperasian alat; melakukan maintenance alata sesudah pengoperasian alat.

Pembuatan Laporan Harian Operasi

Bertanggung jawab dalam hal pembuatan laporan harian operasi; diantaranya mengumpulkan semua data terkait; melaksanakan pambuatan laporan harian dan laporan K3; lalu menyampaikan hasil laporan tersebut kepada atasan. 

Apa yang Dilakukan Operator Milling?

Tugas operator milling meliputi pekerjaan mengoperasikan serta memelihara mesin milling. Hal ini biasanya tergantung dari jenis industrinya; tugas pekerjaan operator ini bisa menjalankan bor; gergaji atau peralatan milling lainnya. Hampir semua posisi operator pabrik,

Anda harus membaca atau mengetahui desain CAD untuk pengaturan mesin penggilingan dengan benar sebelum memuat material. Anda juga mempunyai tanggung jawab melakukan pembersihan; dan harus membuang sekaligus mendaur ulang material yang bisa diselamatkan setelah proses penggilingan atau milling.

Kualifikasi Operator Milling Machine

Seorang operator milling machine memerlukan keterampilan berikut ini :

  1. Kemampuan mengoperasikan dan memprogram peralatan mesin CNC/NC/manual.
  2. Kemampuan membaca gambar mekanik dan dokumentasi teknis.
  3. Pengetahuan yang kuat tentang peralatan mesin dan operasi permesinan.
  4. Pengethauan tentang alat ukur seperti kaliper dan mikrometer.
  5. Kemampuan untuk mengkoordinasikan dan mengawasi operasi pemesinan yang kompleks.
  6. Kekuatan fisik, koordinasi mata/tangan dan ketangkasan manual yang tepat.
  7. Presisi dan perhatian terhadap detail.
  8. Keterampilan memecahkan masalah yang kuat.
  9. Kemampuan untuk bekerja sebagai bagian dari tim.

Pengembangan Karier

Karier sebagai operator mesin milling biasanya dimulai dengan magang atau posisi sebagai operator pabrik junior; di bawah bimbingan rekan yang lebih senior. Karena mereka secara bertahap mendapatkan pengalaman dalam mempersiapkan mesin milling dan melakukan operasi pemesinan menggunakan mesin konvensional dan CNC.

Operator pabrik bisa mengambil tanggung jawab tambahan dan maju ke peran koordinasi; seperti sebagai pengawas shift; hingga menjadi manajer milling shop dengan tanggung jawab memastikan bahwa operasi produksi telah memenuhi semua tujuan dan persyaratan; sekaligus untuk mengelola serta mengawasi pekerja toko lainnya.

Bagi perusahaan yang membutuhkan pembuatan mesin milling untuk memaksimalkan operasional perusahaan manufaktur. Maka Anda bisa mempercayakan tugas pembuatan mesin milling atau spare part mesin kepada Sentra Teknika Prima. Sebagai salah satu perusahaan mekanikal proses berpengalaman,

Kami sudah bekerjasama dengan banyak perusahaan manufaktur untuk pembuatan mesin milling atau CNC secara presisi dan akurat. Sehingga membantu perusahaan klien untuk memaksimalkan kinerja mesin dengan baik.

Apa Itu Operator Milling Manual?

Apa Itu Operator Milling Manual? Simak Jawabannya Di Sini!

Apa itu operator milling manual? Operator milling adalah pekerja logam terampil yang mengkhususkan diri melakukan operasi pemesinan menggunakan mesin milling. Ini adalah alat mesin yang digunakan untuk menghasilkan alur, lubang slot dan permukaan berkontur. 

Mesin milling bisa digunakan untuk melakukan berbagai operasi pemesinan menghilangkan material yang kompleks; seperti memotong alur dan slot, memproduksi cetakan, grooves, dan contoured surfaces.

Dulu, semua operator mesin milling mengoperasikan mesin milling manual. Tapi seiring waktu, operator mesin milling kini bekerja menggunakan peralatan mesin yang memanfaatkan teknologi komputer yang dikendalikan secara numerik; atau biasa dikenal sebagai mesin CNC.

Mesin CNC adalah alat pemesinan otomatis dan bisa diprogram dengan menggunakan program tertentu; untuk melakukan operasi permesinan melalui intervensi minimal manusia.

Terlepas dari meningkatnya ketergantungan mesin milling saat ini dalam sistem teknologi digital; ahli mesin milling modern masih memerlukan keterampilan manual; khususnya saat mengerjakan prototipe atau memproduksi potongan mesin dalam jumlah yang kecil.

Mari kita lihat secara mendetail apa yang secara khusus melibatkan seorang operator milling. Ahli mesin penggilan dan operator pabrik CNC melakukan operasi pemesinan pada benda kerja logam, berdasarkan desain mekanis.

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Milling

Tugas mereka termasuk mempersiapkan mesin milling; memilih dan memasang alat pemotong yang sesuai dan melakukan operasi penggilingan yang diperlukan. Dalam kasus pabrik CNC, tugas operator termasuk mengatur parameter mesin; memilih program CNC yang sesuai, mengamankan benda kerja; mengawasi permesinan dan menghidupkan mesin. Pada akhir proses, operator bertanggung jawab memeriksa benda kerja menggunakan alat ukur dan melakukan operasi finishing.

Operator milling mungkin juga diminta melakukan perawatan rutin dan preventif pada mesin. CNC dan operator milling konvensional umumnya bekerja untuk perusahaan teknik; perusahaan industri otomotif dan toko fabrikasi kecil/menengah yang melakukan operasi pemesinan presisi. Jam kerja operator mesin milling mungkin bisa dikatakan penuh waktu atau berbasis shift.

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Milling diantaranya :

  1. Mempersiapkan mesin penggilingan dan memposisikan benda kerja.
  2. Memilih dan menjalankan program CNC (untuk pabrik CNC).
  3. Memantau proses pemesinan (untuk pabrik CNC).
  4. Pemesinan benda kerja secara manual (manual mill).
  5. Memeriksa bahwa benda kerja yang telah selesai memenuhi semua dimensi dan toleransi yang ditentukan.
  6. Melakukan perawatan rutin pada mesin dan peralatan milling.

Bagaimana Menjadi Operator Mesin Milling?

Calon operator mesin milling dapat mengikuti kursus pelatihan profesional untuk operator mesin milling atau ahli mesin CNC. Lowongan untuk operator milling biasanya membutuhkan ijazah sekolah menengah yang secara idealnya fokus pada keterampilan mekanik dan teknis.

Keterampilan kunci lain yang dibutuhkan seorang masinis penggilingan termasuk pengetahuan tentang elektromekanik dan bahasa pemrograman CNC. Keakraban dengan sifat-sifat material yang sedang dikerjakan dan berbagai tahapan proses pemesinan dan kesadaran akan semua peraturan terkait kesehatan dan keselamatan kerja yang relevan.

Operator mesin milling biasanya memulai karier mereka dengan magang kerja; setelah itu mereka harus bisa melakukan pekerjaan pemesinan berkualitas tinggi tanpa pengawasan sesuai spesifikasi teknis dan standar produksi yang diperlukan. Profesi ini menggabungkan antara keterampilan manual dengan teknologi produksi modern.

Oleh karena itu, penting bagi operator milling untuk melacak perkembangan terbaru dari pemrograman CNC dan teknik pemesinan. Berbicara terkait operator mesin milling; jika Anda adalah perusahaan yang membutuhkan jasa pemesinan; baik mesin bubut atau mesin milling CNC.

Anda bisa mempercayakannya pada Sentra Teknika Prima yang sudah memiliki ahli profesional di bidang pemesinan ini. STP juga telah berpengalaman selama belasan tahun dalam pekerjaan pembubutan atau pembuatan spare part custom pada mesin milling.

Profesi Operator Mesin Bubut, Memiliki Gaji Menggiurkan

Profesi Operator Mesin Bubut, Memiliki Gaji Menggiurkan

Sekarang ini ada banyak profesi yang bisa digeluti oleh setiap orang, tergantung dari keahlian yang dimiliki. Mulai dari pekerjaan kasar sampai pekerjaan kantoran.

Namun sayangnya, semenjak adanya pandemi banyak orang yang telah kehilangan pekerjaannya. Bahkan beberapa perusahaan terpaksa “merumahkan” karyawannya untuk menutupi operasional perusahaannya.

Profesi Operator Mesin Bubut dengan Gaji Menggiurkan

Salah satu profesi dengan gaji yang menggiurkan adalah operator mesin bubut. Operator mesin bubut biasa juga disebut sebagai tukang bubut, ternyata memiliki kisaran gaji yang lumayan tinggi; dengan kisaran Rp. 4 juta sampai Rp. 8 juta.

Kisaran gaji tersebut biasanya tergantung pengalaman dan skill operator mesin bubut itu sendiri. Untuk yang minim pengalaman, sekitar 3 tahunan, gajinya mungkin masih sesuai standar nilai upah minimum masing-masing daerah. Berbeda lagi dengan yang berpengalaman selama 10 tahun lebih, gajinya tergolong lebih besar.

Akan tetapi, hal ini tentu saja harus diimbangi oleh hasil produksi dan tanggung jawab yang sepadan. Kita tahu bahwa pekerjaan pembubutan sendiri merupakan proses yang bisa dikatakan sangat beresiko. Mulai dari resiko kegagalan part yang telah dikerjakan hingga faktor keamanan. Kita bisa bayangkan apabila harga part dibanderol dengan harga fantastis. 

Misalnya saja, pada pekerjaan yang raw material-nya terbuat dari stainless stavax dengan harga lebih mahal jika dibandingkan dengan material lain. 

Di samping itu, material tersebut juga sangat alot, dengan tingkat kekerasan tinggi. Jadi, sudah tentu memberikan tantangan yang cukup berat bagi operator untuk mengatasinya.

Bahkan tak sedikit kasus operator yang dipecat hanya karena tidak cakap mengerjakan barang. Sebab perusahaan telah membayar mahal namun ternyata hasil kerjaan pembubutan operator tidak memuaskan.

Deskripsi Pekerjaan Operator Bubut

Operator bubut memiliki tanggung jawab memelihara seluruh mesin bubut maupun mesin industri yang mereka kerjakan. Ini termasuk pekerjaan memantau kinerha dari mesin bubut; demi memastikan mesin tersebut beroperasi dengan baik dan presisi.

Apabila ada masalah yang ditemukan pada mesinnya, maka mereka harus bertanggung jawab menjadwalkan maintenance mesin secara cekatan.

Persiapan

Seorang operator mesin bubut harus bisa mengoperasikan, mempersiapkan dan melakukan pemeliharaan mesin; umumnya dalam mengatur sistem manufaktur industri. 

Operator bertanggung jawab memastikan mesin untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi; mendapatkan perawatan yang baik, dan berjalan lancar sesuai kapasitasnya. Persyaratan pelatihan dan pendidikan tergantung dari jenis mesin. Karena ada 2 jenis mesin bubut yang harus kita ketahui, yaitu mesin CNC dan mesin manual.

Adapun deskripsi pekerjaan seorang operator mesin CNC umumnya langsung melakukan pekerjaan terhadap material; mulai dari baja, balok titanium, plastik, atau aluminium, ke mesin CNC untuk dipotong dan dibentuk.

Mereka harus menghitung banyaknya material yang dimasukkan ke mesin; serta membuat penyesuaian kecepatan pada operasi bubut sesuai getaran maupun suara yang mengindikasikan terjadinya kegagalan operasi.

Pemeriksaan

Jika sudah selesai, operator akan memeriksa part yang dibuat guna memastikannya apakah sesuai spesifikasi dan alat ukur atau tidak. Tanggung jawab operator lainnya ialah memelihara dan membersihkan peralatan; serta seringkali mereka mengoperasikan berbagai jenis mesin lainnya di samping mesin bubut.

Operator yang telah berpengalaman harus mendownload program kontrol ke tiap-tiap mesin, serta melakukan pengujian untuk menjamin apakah mesin membuat part dengan tepat dan benar atau tidak. 

Menyetting Program

Biasanya operator yang berpengalaman akan menyetting program dan memodifikasinya secara langsung. Bahkan sebelum operator pemula melakukan pengambil alihan produksi. Ini dilakukan untuk mencapai efisiensi pada produksi.

Itulah sedikit ulasan tentang desksipri job dari operator mesin bubut dan kisaran gajinya yang menggiurkan serta tentu saja sesuai dengan pekerjaannya.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembubutan atau pembuatan part pada mesin CNC atau mesin bubut? Jika ya, tidak perlu ragu memilih Sentra Teknika Prima sebagai jasa bubut CNC spare part custom yang telah dipercaya banyak perusahaan.

Bahkan Kami sudah beroperasi sejak 2006 dan telah berpengalaman melayani banyak pelanggan yang memerlukan jasa bubut CNC presisi.

Parameter Proses Pemakanan pada CNC? (2)

Sobat kursus CNC, pada artikel kali ini saya akan melanjutkan tentang  Parameter Proses Pemakanan CNC.

Setelah kita membahas parameter yang pertama, maka selanjutnya kita akan membahas parameter 2 Parameter Proses Pemakanan CNC lainnya, yaitu:

2. Kecepatan potong (Vc)

VC adalah parameter pemotongan terdepan yang menawarkan gerakan wajib untuk operasi pemotongan. Kecepatan tangensial ini dapat memutar pahat atau benda kerja.

Satuan kecepatan potong dihitung dengan — (m/min) meter per menit dan dilambangkan dengan Vc.

Pada kecepatan rotasi yang sama, kecepatan pemotongan berkurang dengan bertambahnya jarak jari-jari dari sumbu rotasi. Jadi, kecepatan tertinggi dapat diperoleh di tepi benda kerja atau alat pemotong.

Misalnya, 295 RPM adalah kecepatan potong untuk berbelok. Kecepatan ini dapat diteruskan pada pemotong atau benda kerja dengan cara bolak-balik atau memutar yang sama.

Kecepatan pemotong atau benda kerja di pinggirannya disebut sebagai kecepatan pemotongan, baik dalam kasus benda kerja yang berputar atau alat yang berputar (seperti penggilingan, penggilingan, pengeboran). Namun, kecepatan pahat translasi atau kecepatan benda kerja memberikan kecepatan pemotongan yang diperlukan, di mana baik pemotong maupun pekerjaan material tidak berputar.

3. Kecepatan Umpan / pemakanan

Laju umpan adalah parameter pemotongan penting lainnya. Ini disediakan untuk membantu pergerakan alat pemotong terhadap pekerjaan material. Jadi, seluruh permukaan benda kerja dikerjakan menjadi produk dengan permukaan yang halus.

Umumnya, laju umpan diberikan secara tegak lurus terhadap kecepatan potong. Namun, sudut antara vektor umpan dan kecepatan pemotongan dapat menyimpang dari sudut kanan. Tingkat pakan ditunjuk oleh s.

Ini sebenarnya adalah gerakan pemotongan yang mendukung yang ditawarkan oleh kecepatan umpan, yang tujuan utamanya adalah untuk memotong lapisan material yang tidak diinginkan dari permukaan benda kerja. Laju umpan membantu menutupi seluruh area benda kerja dengan menggerakkan benda kerja atau perangkat pemotong.

Kesimpulan Parameter Proses Pemakanan CNC

Ini adalah diskusi singkat tentang kedalaman pemotongan, parameter yang terkait dengannya, serta strategi pemilihan nilai lainnya untuk memulai pemotongan. Jika Anda adlah seorang pemula di dunia operator mesin, maka artikel ini mungkin akan berguna untuk pekerjaan Anda.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Cara Mengatur Putaran Pisau Milling Pada Mesin Milling Manual

Untuk menjadi operator mesin milling CNC yang baik dan handal, maka seorang operator haruslah memahami terlebih dahulu parameter-parameter  proses pemotongan pada proses milling secara manual, diantaranya cara menentukan putaran pisau dan kecepatan pemakanan.

1. Mengatur Putaran Pisau

Untuk mengatur putaran pisau dapat menggunakan grafik pada mesin atau dengan perhitungan menggunakan persamaan berikut :

n = 1000 x V / π X d  ( RPM )

Keterangan :

V = kecepatan potong dalam satuan m/menit

d = diameter pisau dalam satuan mm

n = putaran spindle utama dalam satuan  rpm

2. Kecepatan pemakanan

Besarnya kecepatan pemakanan dapat dihitung dengan persamaan berikut :

F = f x n         (mm/menit)

Keterangan :  

f  = pemakanan untuk satu putaran pisau frais ( mm/putaran )

n = putaran ( putaran/menit atau rpm )

F = kecepatan pemakanan ( mm/menit )

Contoh :

Suatu benda diketahui mempunyai kecepatan potong V = 35 m/menit, dimilling dengan pisau milling yang mempunyai ukuran diameter 10 mm dan pemakanan untuk tiap putarannya f = 0,1 mm/putaran. Hitunglah besarnya putaran yang digunakan dan kecepatan pemakanannya !

Penyelesaian :

Diketahui : 

Diameter pisau milling d = 10 mm

Kecepatan potong V = 35 m/ menit

Pemakanan tiap putaran f = 0,1 mm/putaran

Ditanyakan :

a. putaran spindle utama ( n )

b. Kecepatan Pemakan ( F )

Jawaban :

a. Putaran yang digunakan adalah :

  n = 1000 x V / π X d  =  1000 x 35 / 3,14 x 10 = 1114   putaran/menit 

  n = 1100 putaran/ menit ( dibulatkan )

b. Kecepatan pemakanannya adalah :

F = f x n  =  0,1 x 1100 = 110 mm/menit

3. Pengaturan Putaran dan Feeding

Besarnya putaran dapat diatur menggunakan sakelar pengatur putaran yang ada pada mesin. Besarnya putaran berkisar antara 200 s.d. 2000 rpm, sesuai dengan table mesin. Untuk contoh soal di atas, putarannya 1100 rpm, sedangkan dalam table mesin dan sakelar yang mendekati adalah 1000 rpm. Perhatikan gambar berikut ;

Oleh karena itu , untuk pengaturan putaran mesin adalah 1000 rpm. Untuk menginput putarannya dilakukan dengan cara memutar saklar pada 1000 rpm.

Besarnya kecepatan pemakanan disesuaikan dengan putaran mesin yang digunakan untuk n = 1000 rpm dan f = 0,1 mm/putaran, yaitu :

F = n x f = 1000  X 0,1 = 100 mm/menit.

Jadi besarnya kecepatan pemakanan yang akan diinput adalah 100 mm/menit.

Jika seorang operator telah memahami parameter-parameter pemotongan dan mengerti bagaimana mengatur dan menerapkannya pada mesin, maka proses pengerjaan pada mesin miling dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Mengatur Putaran Benda Kerja Pada Mesin Bubut Manual

Sebelum seseorang dapat menjadi operator mesin bubut CNC yang baik dan handal, maka seorang operator haruslah memahami terlebih dahulu parameter-parameter  proses pembubutan secara manual. Diantara parameter-parameter  proses tersebut salah satunya adalah cara menentukan putaran benda kerja.

Parameter Proses Pembubutan

Putaran benda kerja pada mesin bubut dapat ditunjukkan dengan suatu titik yang berputar dalam satuan waktu,  atau dengan kata lain suatu titik tersebut berputar berapa kali dalam satu menit. 

Jumlah putaran benda kerja ini tidak asal hitung dan tergantung suka suka kita, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penentuan putaran benda kerja ini, diantaranya adalah jenis material benda kerja, jenis material alat potong dan kecepatan potong dari  material tersebut.

Kecepatan potong merupakan faktor utama dalam menentukan putaran benda kerja. Dengan menggunakan kecepatan potong yang tepat diharapkan alat potong dapat melakukan pemotongan secara terus menerus  pada waktu tertentu tanpa kita harus bolak balik mengasah alat  potongnya.

Kecepatan potong biasanya ditentukan dalam satuan m/ menit. Makin tinggi kecepatan potongnya ( untuk bahan yang sama) maka makin berkurang umur pahatnya; makin rendah kecepatan potongnya maka makin bertambah umurnya tapi makin kasar permukaan benda kerjanya.

Cara Mengatur Putaran Benda Kerja

Untuk lebih jelasnya, mari kita baca penjelasan pada ilustrasi  dibawah ini yang menjelaskan hubungan putaran benda kerja, kecepatan potong dan tatal yang terbentuk sebagai berikut :

Jika benda kerja dengan garis tengah D1 membuat 1 putaran tiap menit; maka panjang tatal ( beram) yang terpotong ( tersayat) dalam 1 menit adalah d x π = keliling.

Jika benda kerja berputar lebih dari 1 putaran dalam 1 menit, misalnya n putaran; maka panjang tatal yang terpotong dalam 1 menit = d x π x n.

Panjang tatal ini diukur dalam satuan meter tiap menit dan dinamakan dengan kecepatan potong (V).

V = d x π x n

– Makin besar garis tengah benda kerja maka makin panjang perbandingan tatal yang terbentuk. Dengan demikian, kecepatan potong itu dipengaruhi langsung oleh besarnya garis tengah benda kerja dan banyaknya putaran tiap menit atau RPM.

– Kecepatan potong dalam proses pembubutan dinyatakan dalam satuan meter/menit. Oleh karena itu kita harus membaginya dengan 1000 untuk memperoleh satuan meter.

Berikut rumus tetapan yang adpaat kit agunakan untuk menentukan putaran benda kerja pada mesin bubut CNC:

V ( dalam meter/menit) = d ( dalam mm ) x π x n ( RPM ) / 1000

Maka n didapatkan :   

n = 1000 x V / d x π   dalam RPM

Kesimpulan

Perlu kita ingat, untuk mengerjakan benda kerja di mesin, tidak hanya kecepatan potong saja yang mempengaruhi benda kerja. Akan tetapi juga kecepatan pemakan, kedalaman pemakan dan susut-sudut pahatnya harus tepat untuk bahan yang dikerjakan , serta proses pendinginannya.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Mengerjakan Mesin Bor yang Benar

Cara Mengerjakan Mesin Bor yang Benar

Sobat kursus CNC, pekerjaan mengebor sekilas mungkin dianggap sepele serta mudah dilakukan. Namun jangan sampai terkecoh dahulu dengan anggapan tersebut.

Mengebor tidak hanya sekedar membuat lubang saja, ya… tentunya membutuhkan ketelitian serta cara yang pas sewaktu melakukannya. Pada setiap media berbeda yang hendak dibor, membutuhkan karakteristik penanganan yang berbeda pula dalam proses pengeborannya.

Semisal cara mengebor tembok ataupun beton akan berbeda dengan cara mengebor kayu ataupun besi.

Berikut ini akan dibahas cara mengerjakan mesin bor yang benar :

Sebelum melakukan pekerjaan, lebih baiknya wajib memakai APD ( Alat Pelindung Diri ) antara lain :

Alat Pelindung diri untuk mesin bor duduk :

1.      Masker

Fungsi dari penggunaan masker pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar debu yang dikeluarkan pada saat mengebor tidak masuk ke hidung ataupun mulut.

2.      Kaca mata

Fungsi dari penggunaan kaca mata pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar mata tidak terkena percikan api pada saat menggerinda

3.      Earplug

Fungsi dari penggunaan earplug pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu utnuk mengurangi suara yang begitu keras yang dikeluarkan mesin pada saat mesin sedang menyala.

4.      Topi

Fungsi dari penggunaan topi pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar debu tidak menempel dirambut pada saat pengoperasian mesin bor.

Alat alat yang digunakan pada mesin bor antara lain :

1.      Meja (table) untuk mendudukkan perkakas bor sehingga memudah-kan
pengoperasiannya

2.      Kunci pengencang dan pengendor cak (chuck) atau penjepit mata bor
yang terpasang pada spindel

3.      Ragum, sebagai alat pencepit atau pemegang benda kerja agar tidak ikut
berputar

4.      Kuas berfungsi untuk membersihkan gram yang berserakan dimesin setelah melakukan proses pengeboran.

Mesin bor duduk merupakan hal yang terpenting didalam suatu perbengkelan yang tujuan atau fungsinya yaitu untuk membuat lubang. Berikut merupakan prinsip kerja dari mesin bor duduk.

Uraian Langkah Kerja pada Mesin Bor Duduk :

1.      Pemeriksaan awal :

·         Selalu gunakan APD (Alat Pelindung Diri) dengan benar dan baik sebelum melakukan pekerjaan.

·         Hindarkan terjadinya kebakaran akibat pengaruh arus listrik hubungan pendek :

a.       Periksa Saklar Mesin.

b.      Pastikan kondisi saklar OK.

c.       Tidak ada kabel listrik yang berserakan.

·         Pastikan jalan / putaran mesin berputar dengan baik.

2.      Persiapan tools dan sarana kerja :

  • Siapkan Mal yang sudah disediakan.
  • Siapkan mata bor sesuai dengan kebutuhan.

3.      Persiapan item dan standar :

  • Siapkan gambar untuk item yang akan dikerjakan.
  • Lalu siapkan material atau benda kerja yang akan di-bor.
  • Siapkan alat ukur.

4.      Penyetelan item yang akan dikerjakan :

  • Bersihkan semua kotoran yang berada disekitar mesin bor.
  • Bersihkan mall yang akan dipakai.
  • Pasang mall sebaik mungkin.
  • Pasang mata bor dan pastikan mata bor siap dipakai.
  • Posisikan mata bor dengan Hole Mall.
  • Kencangkan baut pengikat pada mall agar tidak terjadi pergeseran dan ketidakstabilan mata bor dengan hole mall.
  • Kemudian lakukan pengeboran dengan baik dan benar.
  • Setelah proses selesai maka jangan lupa untuk membersihkan mesin bor dengan kuas agar mesin bor selalu terawat.

Demikian cara mengerjakan mesin bor yang benar, dengan pengerjaan yang benar akan menjadikan kenyamanan dalam bekerja dan menghasilkan hasil benda kerja yang baik, benar dan berkualitas.

Sumber : ralali.com, mugyprasetyo.blogspot.com dan berbagai sumber

Bagian-bagian Mesin Bor

Sobat kursus CNC, apabila kita bekerja di perusahaan bidang manufaktur elektronika maupun lainnya dan di tempatkan di posisi semisal bagian pengeboran. Tentunya mesti mengetahui bagian-bagian mesin bor tersebut.

Saat ini ada beberapa jenis mesin bor, ada mesin bor duduk ada juga mesin bor tangan. Akan tetapi fungsi dan bagian utama kedua bor tersebut kurang lebih sama.

Artikel ini akan lebih menjelaskan tentang bagian bagian utama mesin bor. Hal ini bertujuan supaya lebih memahami cara menggunakan bor yang baik serta benar, dan ketika rusak pun bisa memperbaikinya.

Bagian-Bagian Utama Mesin Bor           

Base atau Dudukan

Base adalah penopang dari seluruh komponen mesin bor. Letak Base berada di paling bawah. Pemasangan Base mesti kuat sebab akan berpengaruh terhadap keakuratan pengeboran.

Column atau Tiang

Column atau Tiang komponen mesin bor yang dipakai sebagai penyangga ketika proses pengeboran. Bagian ini berbentuk silinder yang memiliki alur atau rel yang berguna untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.

Table atau Meja

Bagian ini dipakai untuk meletakkan benda yang hendak dibor. Meja kerja bisa disesuaikan secara vertikal supaya bisa mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda maupun dapat berputar ke kiri serta ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang menempel pada tiang.  Pada bagian ini dilengkapi dengan pengunci atau Table Clamp yang berguna untuk menjaga meja supaya sesuai dengan posisi yang diinginkan.

Drill atau Mata Bor

Mata bor digunakan untuk membuat lubang. Mata bor yang kerap digunakan ialah mata bor spiral sebab daya hantar mata bor spiral sangat baik, serta bidang potongnya bisa diasah tanpa harus mengubah diameter bor.

Spindle

Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang atau mencekam mata bor.

Spindle head

Bagian ini merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle.

Drill Feed Handle

Drill Feed Handle  berfungsi untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja.

Kelistrikan

Penggerak paling utama mesin bor ialah motor listrik. Untuk kelengkapannya dimulai dari kabel Power, kabel penghubung, sekring, lampu indicator, serta sakelar.

Sumber : ralali.com

Mesin Perkakas Konvensional : Mesin Bor

Mesin Bor

Perkakas Konvensional Mesin Bor ialah alat yg dimanfaatkan guna membuat lubang, alur, peluasan, & penghalusan dengan presisi & akurat. Cara kerja mesin bor yakni dengan memutarkan alat pemotong yg arah pemakanan mata bor hanya terhadap sumbu mesin tersebut.

Fasilitas ini amat memudahkan tugas manusia dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam industri. Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya (bagian bawah) disambungkan mata bor yang dapat mengebor terhadap benda kerja yang di jepit pada meja mesin bor.

Jadi secara umum dalam pelaksanaan pengeboran suatu lubang pada benda kerja diperlukan suatu mesin bor yang bekerja baik dan teliti. Mesin dapat mengebor benda kerja secara terus menerus dan mempunyai kecepatan poros yang dapat disetel menurut kebutuhannya. Dan dapat dilakukan bermacam–macam pengeboran yang sesuai kebutuhan.

Dalam perkembangannya perkakas konvensional mesin bor terdiri dari beraneka type sesuai dengan kegunaan & fungsinya masing-masing. Berikut yaitu macam-macam type mesin bor :

Mesin Bor Tangan


Merupakan mesin bor yg pengoperasiannya dgn memakai tangan & wujudnya seperti pistol. Mesin bor tangan rata-rata diperlukan untuk melubangi kayu, tembok ataupun pelat logam.

Khusus Mesin bor ini tidak cuma dipakai untuk menciptakan lubang namun juga dapat dipakai untuk mengencangkan baut ataupun melepas baut lantaran di lengkapi 2 putaran yakni kanan & kiri. Mesin bor ini tersedia dalam beraneka ukuran, bentuk, kapasitas & juga fungsinya masing-masing.

Mesin Bor Duduk


Merupakan mesin bor yg wujudnya seperti sedang duduk. Mesin ini dipakai guna membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas hingga dengan diameter 16 milimeter).

Prinsip kerja mesin bor duduk ialah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin hingga poros berputar. Kemudian poros berputar yg sekaligus juga sebagai pemegang mata bor sanggup digerakkan naik turun bersama bantuan roda gigi lurus & gigi rack yg bakal mengatur tekanan pemakanan ketika pengeboran.

Bor Gantung

Bor Gantung Ialah Bor Yang cara Pemakaiannya digantungkan. Cara kerja bor ini sama dengan bor duduk hanya bentuknya saja yang berbeda.

Ingin memahami lebih jauh mengenai mesin bor? Silakan ikuti kelas kursus online di Kursus CNC. Dan Anda berkesempatan mengikuti program magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Proses Pemesinan pada Mesin Gerinda Silindris

Proses Pemesinan Gerinda Silindris

Sobat kursus CNC, mesin gerinda silindris adalah alat pemesinan yang berfungsi untuk membuat bentuk-bentuk silindris, silindris bertingkat, dan sebagainya.

Mesin gerinda silindris memiliki empat gerakan utama pada saat beroperasi, yaitu:

  • Pertama, Gerak meja memanjang
  • Kedua Gerak putar benda kerja
  • Ketiga, Gerak putar roda gerinda
  • Keempat, Gerak pemakanan

Pada proses pemesinan yang dilakukan pada mesin gerinda silindris ini terdapat beberapa proses saat pengerjaan mesin gerinda.

Proses pemesinan yang dilakukan antara lain :

Pemilihan Roda Gerinda

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam  pemilihan roda gerinda yang akan dipergunakan pada proses  pemesinan, antara laian:

  • Sifat fisik benda kerja, menentukan pemilihan jenis butiran  abrasive. Tegangan tarik tinggi – Al2O3, tegangan tarik  rendah – SiC, Boron nitrid dan intan.
    • Banyaknya material yang harus dipotong dan hasil akhir yang  diinginkan, menentukan pemilihan ukuran butiran abrasive.
    • Busur singgung penggerindaan : busur singgung besar – roda gerinda lunak,  busur singgung kecil – roda gerinda keras.

Faktor yang mempengaruhi tingkat kekerasan roda gerinda: 

 Pertama, kecepatan putar roda gerinda

Kedua, kecepatan potong benda kerja  Konstruksi mesin

Ktiga, kecepatan potong adalah faktor yang berubah-ubah dan  mempengaruhi dalam pemilihan tingkat kekerasan roda gerinda

Perhitungan Teoritis pada Mesin Gerinda Silindris

Menghitung kecepatan putar roda gerinda

Dimana :

n     = kecepatan putar (rpm)

Vc   = kecepatan potong (mm/det)

d     = diameter roda gerinda (mm)

b.            Menghitung kecepatan putar benda kerja

                Dimana

                nw           = kecepatan putar benda kerja (rpm)

                vw                 = kecepatan potong benda kerja (mm/menit)

                d             = diameter benda kerja (mm)

Menghitung kecepatan gerak meja (feeding)

Dimana:

Ls             =  Kecepatan gerak meja (mm/menit)

nw          =  Kecepatan putar benda kerja (rpm)

S              = kec. pemotongan setiap putaran benda kerja  (mm/putaran).

Anda bisa mengikuti kursus online yang ada di Kursus CNC untuk lebih memahami proses pemesinan gerinda silindris ini. Dan Anda berpeluang mengikuti program magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Kursus CNC adalah situs e-learning untuk kamu yang ingin belajar mesin CNC dari dasar hingga mahir.

Home

Course

Article

Contact Us

Ruko Pondok Hijau Blok A5 No 11
Pengasinan Rawalumbu
Kota Bekasi 171115
cs@kursuscnc.com