7 Pekerjaan yang Cocok untuk Lulusan SMK Jurusan Mesin

7 Pekerjaan yang Cocok untuk Lulusan SMK Jurusan Mesin

7 Pekerjaan yang Cocok untuk Lulusan SMK Jurusan Mesin

Jika Kamu sebentar lagi lulus dari SMK Jurusan Mesin; tentu saja jangan ragu untuk memilih berkuliah atau bahkan bekerja sesuai dengan jurusan yang Kamu geluti tersebut. Ada beberapa peluang kerja yang cocok bagi lulusan SMK Jurusan mesin berikut ini :

Operator Mesin Perkakas

Pekerjaan Operator Mesin Perkakas sangat cocok bagi lulusan SMK jurusan Mesin. Karena biasanya pekerjaan operator ini memerlukan kualifikasi pendidikan setidkanya SMK jurusan permesinan. Kemampuan yang diperlukan biasanya ialah bisa mengoperasikan mesin CNC; frais dan bubut, dan mampu memahami gambar teknik.

Teknik Fabrikasi

Bagi lulusan SMK jurusan Teknik; tentu saja mejadi teknisi fabrikasi dapat dijadikan sebagai pilihan yang ideal. Pekerjaan menjadi teknisi fabrikasi biasanya mencakup pelaksanaan pengoperasian pada mesin las; serta melakukan welding material baik sesuai instruksi maupun petunjuk yang ada. Selain itu; kualifikasi menjadi teknik fabrikasi lainnya tentu saja mampu menggunakan mesin dan membaca serta memahami gambar teknik.

Staf Produksi

Staf produksi di Indonesia juga termasuk salah satu pekerjaan yang banyak dicari perusahaan. Nah, jika Kamu termasuk lulusan SMS dari jurusan mesin lalu ingin bekerja di perusahaan industri. Maka Kalian bisa melamar sebagai staff produksi. Bahkan gaji menjadi staff produksi pun bisa dibilang cukup menjanjikan.

Injection Molding Setter

Untuk yang memiliki kemampuan dalam mengatur mesin blow molding dan injection molding; tentu saja pekerjaan ini dapat dijadikan pilihan yang ideal. Biasanya pekerjaan menjadi injection molding setter sendiri; diantaraya harus bisa menjalankan dan mengoperasikan mesin injection berdasarkan prosedur yang ada; serta bisa melakukan pengecekan dan peralatan penunjang mesin tersebut.

Apalagi jika Kamu mempunyai pengetahuan tentang teknologi robotik; hal ini bisa menjadi nilai plus tersendiri.

Pengusaha Dalam Bidang Permesinan

Jika tidak ingin bekerja di bawah naungan perusahaan atau mungkin Kamu lebih tertarik berwirausaha; kenapa tidak? Karena pekerjaan menjadi pengusaha sendiri tak mengenal pendidikan dan batas usia. Jika ingin meniti karier menjadi pengusaha muda. Maka Kamu dapat mengandalkan kemampuan permesinanmu dalam membuka sebuah jasa atau usaha terkait kemampuanmu dalam bidang permesinan.

Teknisi Crane

Teknisi Crane juga termasuk pekerjaan ideal bagi lulusan anak SMK jurusan mesin. Di sini tugasmu tentu saja bukan menjadi driver crane; tetapi sebagai teknisi perbaikan pada mesin crane atau melakukan pengecekan kondisi mesin secara berkala. Untuk itu, mungkin Kamu harus mempunyai kemampuan dalam memahami operasional pada mesin crane.

Petugas Pemeliharaan Kabel Listrik

Mungkin pekerjaan ini lebih cocok bagi lulusan SMK yang mengambil jurusan teknik mesin. Tapi, jika Kamu lulusan SMK mesin; tak ada salahnya mencoba melamar pekerjaan di bidang ini. Karena biasanya perusahaan memberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun ke lapangan langsung.

Selain itu, penghasilan yang didapatkan pun cukup menjanjikan.

Jadi, jika Kamu memang belum mempunyai dana yang cukup untuk melanjutkan kuliah ke teknik mesin; tak ada salahnya melamar pekerjaan di atas untuk mengumpulkan modal kuliah atau mungkin ingin langsung terjun ke dunia pekerjaan permesinan.

Karena bagaimanapun, lulusan SMK mesin akan selalu dibutuhkan. Meskipun Kamu baru lulusan SMK; jangan minder untuk mencari kerja di bidang permesinan sesuai keahlian dan kemampuanmu.

Jika Kamu sedang mencari jasa pekerjaan CNC lathe, CNC milling, die casting atau lainnya, jangan ragu menghubungi Sentra Teknika Prima. Karena Kami siap membantu klien yang memiliki bisnis dalam bidang manufaktur permesinan.

Apa Itu Operator Milling Manual?

Apa Itu Operator Milling Manual? Simak Jawabannya Di Sini!

Apa itu operator milling manual? Operator milling adalah pekerja logam terampil yang mengkhususkan diri melakukan operasi pemesinan menggunakan mesin milling. Ini adalah alat mesin yang digunakan untuk menghasilkan alur, lubang slot dan permukaan berkontur. 

Mesin milling bisa digunakan untuk melakukan berbagai operasi pemesinan menghilangkan material yang kompleks; seperti memotong alur dan slot, memproduksi cetakan, grooves, dan contoured surfaces.

Dulu, semua operator mesin milling mengoperasikan mesin milling manual. Tapi seiring waktu, operator mesin milling kini bekerja menggunakan peralatan mesin yang memanfaatkan teknologi komputer yang dikendalikan secara numerik; atau biasa dikenal sebagai mesin CNC.

Mesin CNC adalah alat pemesinan otomatis dan bisa diprogram dengan menggunakan program tertentu; untuk melakukan operasi permesinan melalui intervensi minimal manusia.

Terlepas dari meningkatnya ketergantungan mesin milling saat ini dalam sistem teknologi digital; ahli mesin milling modern masih memerlukan keterampilan manual; khususnya saat mengerjakan prototipe atau memproduksi potongan mesin dalam jumlah yang kecil.

Mari kita lihat secara mendetail apa yang secara khusus melibatkan seorang operator milling. Ahli mesin penggilan dan operator pabrik CNC melakukan operasi pemesinan pada benda kerja logam, berdasarkan desain mekanis.

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Milling

Tugas mereka termasuk mempersiapkan mesin milling; memilih dan memasang alat pemotong yang sesuai dan melakukan operasi penggilingan yang diperlukan. Dalam kasus pabrik CNC, tugas operator termasuk mengatur parameter mesin; memilih program CNC yang sesuai, mengamankan benda kerja; mengawasi permesinan dan menghidupkan mesin. Pada akhir proses, operator bertanggung jawab memeriksa benda kerja menggunakan alat ukur dan melakukan operasi finishing.

Operator milling mungkin juga diminta melakukan perawatan rutin dan preventif pada mesin. CNC dan operator milling konvensional umumnya bekerja untuk perusahaan teknik; perusahaan industri otomotif dan toko fabrikasi kecil/menengah yang melakukan operasi pemesinan presisi. Jam kerja operator mesin milling mungkin bisa dikatakan penuh waktu atau berbasis shift.

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Milling diantaranya :

  1. Mempersiapkan mesin penggilingan dan memposisikan benda kerja.
  2. Memilih dan menjalankan program CNC (untuk pabrik CNC).
  3. Memantau proses pemesinan (untuk pabrik CNC).
  4. Pemesinan benda kerja secara manual (manual mill).
  5. Memeriksa bahwa benda kerja yang telah selesai memenuhi semua dimensi dan toleransi yang ditentukan.
  6. Melakukan perawatan rutin pada mesin dan peralatan milling.

Bagaimana Menjadi Operator Mesin Milling?

Calon operator mesin milling dapat mengikuti kursus pelatihan profesional untuk operator mesin milling atau ahli mesin CNC. Lowongan untuk operator milling biasanya membutuhkan ijazah sekolah menengah yang secara idealnya fokus pada keterampilan mekanik dan teknis.

Keterampilan kunci lain yang dibutuhkan seorang masinis penggilingan termasuk pengetahuan tentang elektromekanik dan bahasa pemrograman CNC. Keakraban dengan sifat-sifat material yang sedang dikerjakan dan berbagai tahapan proses pemesinan dan kesadaran akan semua peraturan terkait kesehatan dan keselamatan kerja yang relevan.

Operator mesin milling biasanya memulai karier mereka dengan magang kerja; setelah itu mereka harus bisa melakukan pekerjaan pemesinan berkualitas tinggi tanpa pengawasan sesuai spesifikasi teknis dan standar produksi yang diperlukan. Profesi ini menggabungkan antara keterampilan manual dengan teknologi produksi modern.

Oleh karena itu, penting bagi operator milling untuk melacak perkembangan terbaru dari pemrograman CNC dan teknik pemesinan. Berbicara terkait operator mesin milling; jika Anda adalah perusahaan yang membutuhkan jasa pemesinan; baik mesin bubut atau mesin milling CNC.

Anda bisa mempercayakannya pada Sentra Teknika Prima yang sudah memiliki ahli profesional di bidang pemesinan ini. STP juga telah berpengalaman selama belasan tahun dalam pekerjaan pembubutan atau pembuatan spare part custom pada mesin milling.

Parameter Proses Pemakanan pada CNC? (2)

Sobat kursus CNC, pada artikel kali ini saya akan melanjutkan tentang  Parameter Proses Pemakanan CNC.

Setelah kita membahas parameter yang pertama, maka selanjutnya kita akan membahas parameter 2 Parameter Proses Pemakanan CNC lainnya, yaitu:

2. Kecepatan potong (Vc)

VC adalah parameter pemotongan terdepan yang menawarkan gerakan wajib untuk operasi pemotongan. Kecepatan tangensial ini dapat memutar pahat atau benda kerja.

Satuan kecepatan potong dihitung dengan — (m/min) meter per menit dan dilambangkan dengan Vc.

Pada kecepatan rotasi yang sama, kecepatan pemotongan berkurang dengan bertambahnya jarak jari-jari dari sumbu rotasi. Jadi, kecepatan tertinggi dapat diperoleh di tepi benda kerja atau alat pemotong.

Misalnya, 295 RPM adalah kecepatan potong untuk berbelok. Kecepatan ini dapat diteruskan pada pemotong atau benda kerja dengan cara bolak-balik atau memutar yang sama.

Kecepatan pemotong atau benda kerja di pinggirannya disebut sebagai kecepatan pemotongan, baik dalam kasus benda kerja yang berputar atau alat yang berputar (seperti penggilingan, penggilingan, pengeboran). Namun, kecepatan pahat translasi atau kecepatan benda kerja memberikan kecepatan pemotongan yang diperlukan, di mana baik pemotong maupun pekerjaan material tidak berputar.

3. Kecepatan Umpan / pemakanan

Laju umpan adalah parameter pemotongan penting lainnya. Ini disediakan untuk membantu pergerakan alat pemotong terhadap pekerjaan material. Jadi, seluruh permukaan benda kerja dikerjakan menjadi produk dengan permukaan yang halus.

Umumnya, laju umpan diberikan secara tegak lurus terhadap kecepatan potong. Namun, sudut antara vektor umpan dan kecepatan pemotongan dapat menyimpang dari sudut kanan. Tingkat pakan ditunjuk oleh s.

Ini sebenarnya adalah gerakan pemotongan yang mendukung yang ditawarkan oleh kecepatan umpan, yang tujuan utamanya adalah untuk memotong lapisan material yang tidak diinginkan dari permukaan benda kerja. Laju umpan membantu menutupi seluruh area benda kerja dengan menggerakkan benda kerja atau perangkat pemotong.

Kesimpulan Parameter Proses Pemakanan CNC

Ini adalah diskusi singkat tentang kedalaman pemotongan, parameter yang terkait dengannya, serta strategi pemilihan nilai lainnya untuk memulai pemotongan. Jika Anda adlah seorang pemula di dunia operator mesin, maka artikel ini mungkin akan berguna untuk pekerjaan Anda.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Parameter Proses Pemakanan pada CNC? (1)

Sobat kursus CNC, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang  Parameter Proses Pemakanan pada CNC.

Tujuan akhir dari setiap proses pemesinan adalah secara bertahap memotong lapisan material dari sebuah dari benda kerja. Proses yang  mengurangi lapisan material ini merupakan jenis operasi pemesinan subtraktif. Jenis operasi pemesinan ini dapat saja berupa untuk memberikan bentuk, ukuran, dan akurasi tertentu. Yang kemudian pada benda kerja tersebut dilakukan penyelesaian yang cukup halus.

Gerakan simultan antara kedalaman pemakanan, kecepatan potong dan kecepatan pemakanan harus terjadi pada  suatu proses pemesinan. Ketiga parameter tersebut yang akan dapat   menghilangkan lapisan material yang tidak diinginkan dari pekerjaan dalam bentuk chip atau geram.

Mari kita bahas lebih mendalam tentang ketiga Parameter Proses Pemakanan pada CNC tersebut

1. Depth Of Cut

Kedalaman potong adalah gerakan potong berupa kedalaman material yang diperlukan untuk menghilangkan lapisan material dari sebuah benda kerja dengan pemesinan. Kedalaman potong diukur dalam milimeter (mm) dan istilah ini dilambangkan dengan t.

Kedalaman-potong umumnya diberikan pada sepertiga dari tiga arah tegak lurus (kecepatan potong, laju pemakanan, dan kedalaman potong, arah gerak ketiganya saling tegak lurus satu sama lain).

Berapa Kedalaman Pemotongan?

Kedalaman potong mengacu pada lebar lapisan logam yang dipotong dari benda kerja selama pemesinan. Jarak yang dihitung yang tegak lurus antara permukaan yang tidak dipotong dan permukaan benda kerja yang dikerjakan diambil. Kedalaman potongan dihitung dalam inci atau dalam milimeter (mm).

Efek Kedalaman Potong

Karena kedalaman pemotongan adalah salah satu dari tiga parameter yang diperlukan untuk pemotongan. Makanya nilainya akan mempengaruhi mempengaruhi kinerja pemesinan.

Beberapa efek umum dari depth of cut (DOC) pada kinerja pencocokan tercantum di bawah ini:

Jika kedalaman pemotongan lebih besar, maka itu menentukan MRR (Material Removal Rate) yang lebih besar. Pasalnya, MRR berbanding lurus dengan kecepatan potong, laju pemakanan dan DOC (kedalaman potong).

Oleh karena itu, produktivitas pemesinan dapat ditingkatkan dengan menerapkan kedalaman pemotongan yang lebih besar dan akibatnya biaya pemesinan dapat dikurangi.

Gaya potong didasarkan pada beban chip yang berbanding lurus dengan kedalaman potong. Oleh karena itu, semakin besar nilai kedalaman potong, semakin tinggi gaya potong yang dapat mempengaruhi kinerja operasi pemesinan dan menghasilkan getaran.

Jika kedalaman pemotongan lebih tinggi, maka dapat merusak alat pemotong dengan merusaknya secara menyedihkan, yang harus dihindari.

Selain di atas, nilai DOC juga mempengaruhi ketebalan chip, deformasi geser, jenis chip yang dihasilkan, dan banyak lagi, yang bertanggung jawab atas tindakan pemesinan dan menunjukkan kemampuan mesinnya.

Seleksi dan nilai kedalaman potong

Karena nilai DOC (kedalaman potong) adalah parameter paling signifikan yang bertanggung jawab atas kinerja keseluruhan operasi pemesinan dan ekonomi, kisaran optimal harus dipilih dengan tegas setelah mempertimbangkan faktor-faktor tertentu yang terkait dengan DOC. Umumnya, dalam tindakan pemesinan konvensional, nilai kedalaman potong berbeda antara 0,1 hingga 1,0 mm.

Ikuti kelas kursus untuk menjadi Programmer CNC secara gratis di sini. Dan manfaatkan peluang untuk mengikuti Magang Offline setelah mengikuti semua kelas kursusnya

Memahami prinsip kerja mesin perkakas manual sebagai bagian dari kompetensi dasar menjadi Operator CNC

Setelah kita mempelajari dua kompetensi dasar yaitu gambar teknik dasar dan pengukuran dasar, berikutya yang perlu kita pelajari untuk menjadi operator CNC adalah kompetensi di bidang teknik bengkel. Pada pembahasan teknik bengkel kali ini, saya akan membagi ke dalam beberapa tulisan diantaranya  pengetahuan mesin manual, perlengkapan mesinnya serta peralatan bengkel. Pada pembahasan mesin manual ini , saya batasi pembahasannya pada mesin perkakas manual saja yaitu Mesin Bubut dan Mesin Milling, karena kedua mesin tersebut mesin yang identik dengan mesin CNC. 

Macam-macam Mesin Perkakas Manual

Mesin Bubut
Mesin Milling

Penting sekali bagi  kita untuk mengetahui prinsip kerja dari suatu mesin serta bagian dari mesin mesin tersebut. Prinsip kerja dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi dasar pokok berpikir, berpijak dan bertindak. Dengan mengetahui prinsip kerja  suatu mesin perkakas  secara manual, maka kita akan terbantu memahami dan terbangun logikanya dalam proses pembuatan suatu benda kerja.

Prinsip Kerja Mesin Perkakas Manual

Yang pertama akan saya bahas adalah mesin bubut manual. Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas yang digunakan untuk proses pemotongan benda kerja yang dilakukan dengan cara menggerakkan pahat secara translasi dan sejajar dengan sumbu dari benda kerja yang berputar sehingga terjadi proses penyayatan pada benda kerja. Prinsip kerjanya adalah benda dipasang pada cak mesin, kemudian benda diatur putarannya sedemikan rupa sesuai dengan ketentuan kemudian pahatnya digerakkan untuk meyayat benda sejajar sumbu benda kerja tersebut ataupun melintang.  Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat pada gambar di bawah ini.

prinsip kerja mesin bubut manual

Sedangkan untuk mesin milling memiliki prinsip kerja yang berkebalikan dari mesin bubut  yang sudah dijelaskan di atas. Berbeda dengan mesin bubut, pada mesin milling bagian yang berputar adalah alat potongnya, sedangkan benda kerjanya hanya bergerak ke arah sumbu X, Y dan Z  secara translasi. benda dipasang pada ragum mesin, kemudian alat potong dipasang pada spindle mesin yang diatur putarannya sedemikan rupa sesuai dengan ketentuan, kemudian benda kerja yang terpasang pada ragum mesin digerakkan  secara translasi sejajar sumbu X, Y dan Z pada mesin sehingga terjadilah penyayatan pada benda kerja tersebut.  Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat pda gambar di bawah ini. seperti terlihat pada ilustrasi gambar di bawah ini.

prinsip kerja mesin milling manual

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang prinsip kerja dari kedua mesin perkakas manual, sedangkan untuk Bagian-bagian mesin nya akan dijelaskan pada tulisan terpisah.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Mengatur Putaran Pisau Milling Pada Mesin Milling Manual

Untuk menjadi operator mesin milling CNC yang baik dan handal, maka seorang operator haruslah memahami terlebih dahulu parameter-parameter  proses pemotongan pada proses milling secara manual, diantaranya cara menentukan putaran pisau dan kecepatan pemakanan.

1. Mengatur Putaran Pisau

Untuk mengatur putaran pisau dapat menggunakan grafik pada mesin atau dengan perhitungan menggunakan persamaan berikut :

n = 1000 x V / π X d  ( RPM )

Keterangan :

V = kecepatan potong dalam satuan m/menit

d = diameter pisau dalam satuan mm

n = putaran spindle utama dalam satuan  rpm

2. Kecepatan pemakanan

Besarnya kecepatan pemakanan dapat dihitung dengan persamaan berikut :

F = f x n         (mm/menit)

Keterangan :  

f  = pemakanan untuk satu putaran pisau frais ( mm/putaran )

n = putaran ( putaran/menit atau rpm )

F = kecepatan pemakanan ( mm/menit )

Contoh :

Suatu benda diketahui mempunyai kecepatan potong V = 35 m/menit, dimilling dengan pisau milling yang mempunyai ukuran diameter 10 mm dan pemakanan untuk tiap putarannya f = 0,1 mm/putaran. Hitunglah besarnya putaran yang digunakan dan kecepatan pemakanannya !

Penyelesaian :

Diketahui : 

Diameter pisau milling d = 10 mm

Kecepatan potong V = 35 m/ menit

Pemakanan tiap putaran f = 0,1 mm/putaran

Ditanyakan :

a. putaran spindle utama ( n )

b. Kecepatan Pemakan ( F )

Jawaban :

a. Putaran yang digunakan adalah :

  n = 1000 x V / π X d  =  1000 x 35 / 3,14 x 10 = 1114   putaran/menit 

  n = 1100 putaran/ menit ( dibulatkan )

b. Kecepatan pemakanannya adalah :

F = f x n  =  0,1 x 1100 = 110 mm/menit

3. Pengaturan Putaran dan Feeding

Besarnya putaran dapat diatur menggunakan sakelar pengatur putaran yang ada pada mesin. Besarnya putaran berkisar antara 200 s.d. 2000 rpm, sesuai dengan table mesin. Untuk contoh soal di atas, putarannya 1100 rpm, sedangkan dalam table mesin dan sakelar yang mendekati adalah 1000 rpm. Perhatikan gambar berikut ;

Oleh karena itu , untuk pengaturan putaran mesin adalah 1000 rpm. Untuk menginput putarannya dilakukan dengan cara memutar saklar pada 1000 rpm.

Besarnya kecepatan pemakanan disesuaikan dengan putaran mesin yang digunakan untuk n = 1000 rpm dan f = 0,1 mm/putaran, yaitu :

F = n x f = 1000  X 0,1 = 100 mm/menit.

Jadi besarnya kecepatan pemakanan yang akan diinput adalah 100 mm/menit.

Jika seorang operator telah memahami parameter-parameter pemotongan dan mengerti bagaimana mengatur dan menerapkannya pada mesin, maka proses pengerjaan pada mesin miling dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Mengatur Putaran Benda Kerja Pada Mesin Bubut Manual

Sebelum seseorang dapat menjadi operator mesin bubut CNC yang baik dan handal, maka seorang operator haruslah memahami terlebih dahulu parameter-parameter  proses pembubutan secara manual. Diantara parameter-parameter  proses tersebut salah satunya adalah cara menentukan putaran benda kerja.

Parameter Proses Pembubutan

Putaran benda kerja pada mesin bubut dapat ditunjukkan dengan suatu titik yang berputar dalam satuan waktu,  atau dengan kata lain suatu titik tersebut berputar berapa kali dalam satu menit. 

Jumlah putaran benda kerja ini tidak asal hitung dan tergantung suka suka kita, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penentuan putaran benda kerja ini, diantaranya adalah jenis material benda kerja, jenis material alat potong dan kecepatan potong dari  material tersebut.

Kecepatan potong merupakan faktor utama dalam menentukan putaran benda kerja. Dengan menggunakan kecepatan potong yang tepat diharapkan alat potong dapat melakukan pemotongan secara terus menerus  pada waktu tertentu tanpa kita harus bolak balik mengasah alat  potongnya.

Kecepatan potong biasanya ditentukan dalam satuan m/ menit. Makin tinggi kecepatan potongnya ( untuk bahan yang sama) maka makin berkurang umur pahatnya; makin rendah kecepatan potongnya maka makin bertambah umurnya tapi makin kasar permukaan benda kerjanya.

Cara Mengatur Putaran Benda Kerja

Untuk lebih jelasnya, mari kita baca penjelasan pada ilustrasi  dibawah ini yang menjelaskan hubungan putaran benda kerja, kecepatan potong dan tatal yang terbentuk sebagai berikut :

Jika benda kerja dengan garis tengah D1 membuat 1 putaran tiap menit; maka panjang tatal ( beram) yang terpotong ( tersayat) dalam 1 menit adalah d x π = keliling.

Jika benda kerja berputar lebih dari 1 putaran dalam 1 menit, misalnya n putaran; maka panjang tatal yang terpotong dalam 1 menit = d x π x n.

Panjang tatal ini diukur dalam satuan meter tiap menit dan dinamakan dengan kecepatan potong (V).

V = d x π x n

– Makin besar garis tengah benda kerja maka makin panjang perbandingan tatal yang terbentuk. Dengan demikian, kecepatan potong itu dipengaruhi langsung oleh besarnya garis tengah benda kerja dan banyaknya putaran tiap menit atau RPM.

– Kecepatan potong dalam proses pembubutan dinyatakan dalam satuan meter/menit. Oleh karena itu kita harus membaginya dengan 1000 untuk memperoleh satuan meter.

Berikut rumus tetapan yang adpaat kit agunakan untuk menentukan putaran benda kerja pada mesin bubut CNC:

V ( dalam meter/menit) = d ( dalam mm ) x π x n ( RPM ) / 1000

Maka n didapatkan :   

n = 1000 x V / d x π   dalam RPM

Kesimpulan

Perlu kita ingat, untuk mengerjakan benda kerja di mesin, tidak hanya kecepatan potong saja yang mempengaruhi benda kerja. Akan tetapi juga kecepatan pemakan, kedalaman pemakan dan susut-sudut pahatnya harus tepat untuk bahan yang dikerjakan , serta proses pendinginannya.

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Mengerjakan Mesin Bor yang Benar

Cara Mengerjakan Mesin Bor yang Benar

Sobat kursus CNC, pekerjaan mengebor sekilas mungkin dianggap sepele serta mudah dilakukan. Namun jangan sampai terkecoh dahulu dengan anggapan tersebut.

Mengebor tidak hanya sekedar membuat lubang saja, ya… tentunya membutuhkan ketelitian serta cara yang pas sewaktu melakukannya. Pada setiap media berbeda yang hendak dibor, membutuhkan karakteristik penanganan yang berbeda pula dalam proses pengeborannya.

Semisal cara mengebor tembok ataupun beton akan berbeda dengan cara mengebor kayu ataupun besi.

Berikut ini akan dibahas cara mengerjakan mesin bor yang benar :

Sebelum melakukan pekerjaan, lebih baiknya wajib memakai APD ( Alat Pelindung Diri ) antara lain :

Alat Pelindung diri untuk mesin bor duduk :

1.      Masker

Fungsi dari penggunaan masker pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar debu yang dikeluarkan pada saat mengebor tidak masuk ke hidung ataupun mulut.

2.      Kaca mata

Fungsi dari penggunaan kaca mata pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar mata tidak terkena percikan api pada saat menggerinda

3.      Earplug

Fungsi dari penggunaan earplug pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu utnuk mengurangi suara yang begitu keras yang dikeluarkan mesin pada saat mesin sedang menyala.

4.      Topi

Fungsi dari penggunaan topi pada saat pengoperasian mesin bor duduk yaitu agar debu tidak menempel dirambut pada saat pengoperasian mesin bor.

Alat alat yang digunakan pada mesin bor antara lain :

1.      Meja (table) untuk mendudukkan perkakas bor sehingga memudah-kan
pengoperasiannya

2.      Kunci pengencang dan pengendor cak (chuck) atau penjepit mata bor
yang terpasang pada spindel

3.      Ragum, sebagai alat pencepit atau pemegang benda kerja agar tidak ikut
berputar

4.      Kuas berfungsi untuk membersihkan gram yang berserakan dimesin setelah melakukan proses pengeboran.

Mesin bor duduk merupakan hal yang terpenting didalam suatu perbengkelan yang tujuan atau fungsinya yaitu untuk membuat lubang. Berikut merupakan prinsip kerja dari mesin bor duduk.

Uraian Langkah Kerja pada Mesin Bor Duduk :

1.      Pemeriksaan awal :

·         Selalu gunakan APD (Alat Pelindung Diri) dengan benar dan baik sebelum melakukan pekerjaan.

·         Hindarkan terjadinya kebakaran akibat pengaruh arus listrik hubungan pendek :

a.       Periksa Saklar Mesin.

b.      Pastikan kondisi saklar OK.

c.       Tidak ada kabel listrik yang berserakan.

·         Pastikan jalan / putaran mesin berputar dengan baik.

2.      Persiapan tools dan sarana kerja :

  • Siapkan Mal yang sudah disediakan.
  • Siapkan mata bor sesuai dengan kebutuhan.

3.      Persiapan item dan standar :

  • Siapkan gambar untuk item yang akan dikerjakan.
  • Lalu siapkan material atau benda kerja yang akan di-bor.
  • Siapkan alat ukur.

4.      Penyetelan item yang akan dikerjakan :

  • Bersihkan semua kotoran yang berada disekitar mesin bor.
  • Bersihkan mall yang akan dipakai.
  • Pasang mall sebaik mungkin.
  • Pasang mata bor dan pastikan mata bor siap dipakai.
  • Posisikan mata bor dengan Hole Mall.
  • Kencangkan baut pengikat pada mall agar tidak terjadi pergeseran dan ketidakstabilan mata bor dengan hole mall.
  • Kemudian lakukan pengeboran dengan baik dan benar.
  • Setelah proses selesai maka jangan lupa untuk membersihkan mesin bor dengan kuas agar mesin bor selalu terawat.

Demikian cara mengerjakan mesin bor yang benar, dengan pengerjaan yang benar akan menjadikan kenyamanan dalam bekerja dan menghasilkan hasil benda kerja yang baik, benar dan berkualitas.

Sumber : ralali.com, mugyprasetyo.blogspot.com dan berbagai sumber

Bagian-bagian Mesin Bor

Sobat kursus CNC, apabila kita bekerja di perusahaan bidang manufaktur elektronika maupun lainnya dan di tempatkan di posisi semisal bagian pengeboran. Tentunya mesti mengetahui bagian-bagian mesin bor tersebut.

Saat ini ada beberapa jenis mesin bor, ada mesin bor duduk ada juga mesin bor tangan. Akan tetapi fungsi dan bagian utama kedua bor tersebut kurang lebih sama.

Artikel ini akan lebih menjelaskan tentang bagian bagian utama mesin bor. Hal ini bertujuan supaya lebih memahami cara menggunakan bor yang baik serta benar, dan ketika rusak pun bisa memperbaikinya.

Bagian-Bagian Utama Mesin Bor           

Base atau Dudukan

Base adalah penopang dari seluruh komponen mesin bor. Letak Base berada di paling bawah. Pemasangan Base mesti kuat sebab akan berpengaruh terhadap keakuratan pengeboran.

Column atau Tiang

Column atau Tiang komponen mesin bor yang dipakai sebagai penyangga ketika proses pengeboran. Bagian ini berbentuk silinder yang memiliki alur atau rel yang berguna untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.

Table atau Meja

Bagian ini dipakai untuk meletakkan benda yang hendak dibor. Meja kerja bisa disesuaikan secara vertikal supaya bisa mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda maupun dapat berputar ke kiri serta ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang menempel pada tiang.  Pada bagian ini dilengkapi dengan pengunci atau Table Clamp yang berguna untuk menjaga meja supaya sesuai dengan posisi yang diinginkan.

Drill atau Mata Bor

Mata bor digunakan untuk membuat lubang. Mata bor yang kerap digunakan ialah mata bor spiral sebab daya hantar mata bor spiral sangat baik, serta bidang potongnya bisa diasah tanpa harus mengubah diameter bor.

Spindle

Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang atau mencekam mata bor.

Spindle head

Bagian ini merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle.

Drill Feed Handle

Drill Feed Handle  berfungsi untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja.

Kelistrikan

Penggerak paling utama mesin bor ialah motor listrik. Untuk kelengkapannya dimulai dari kabel Power, kabel penghubung, sekring, lampu indicator, serta sakelar.

Sumber : ralali.com

Mesin Perkakas Konvensional : Mesin Bor

Mesin Bor

Perkakas Konvensional Mesin Bor ialah alat yg dimanfaatkan guna membuat lubang, alur, peluasan, & penghalusan dengan presisi & akurat. Cara kerja mesin bor yakni dengan memutarkan alat pemotong yg arah pemakanan mata bor hanya terhadap sumbu mesin tersebut.

Fasilitas ini amat memudahkan tugas manusia dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam industri. Dalam pelaksanaannya pengeboran sesungguhnya adalah suatu poros yang berputar, dimana pada bagian ujungnya (bagian bawah) disambungkan mata bor yang dapat mengebor terhadap benda kerja yang di jepit pada meja mesin bor.

Jadi secara umum dalam pelaksanaan pengeboran suatu lubang pada benda kerja diperlukan suatu mesin bor yang bekerja baik dan teliti. Mesin dapat mengebor benda kerja secara terus menerus dan mempunyai kecepatan poros yang dapat disetel menurut kebutuhannya. Dan dapat dilakukan bermacam–macam pengeboran yang sesuai kebutuhan.

Dalam perkembangannya perkakas konvensional mesin bor terdiri dari beraneka type sesuai dengan kegunaan & fungsinya masing-masing. Berikut yaitu macam-macam type mesin bor :

Mesin Bor Tangan


Merupakan mesin bor yg pengoperasiannya dgn memakai tangan & wujudnya seperti pistol. Mesin bor tangan rata-rata diperlukan untuk melubangi kayu, tembok ataupun pelat logam.

Khusus Mesin bor ini tidak cuma dipakai untuk menciptakan lubang namun juga dapat dipakai untuk mengencangkan baut ataupun melepas baut lantaran di lengkapi 2 putaran yakni kanan & kiri. Mesin bor ini tersedia dalam beraneka ukuran, bentuk, kapasitas & juga fungsinya masing-masing.

Mesin Bor Duduk


Merupakan mesin bor yg wujudnya seperti sedang duduk. Mesin ini dipakai guna membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas hingga dengan diameter 16 milimeter).

Prinsip kerja mesin bor duduk ialah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin hingga poros berputar. Kemudian poros berputar yg sekaligus juga sebagai pemegang mata bor sanggup digerakkan naik turun bersama bantuan roda gigi lurus & gigi rack yg bakal mengatur tekanan pemakanan ketika pengeboran.

Bor Gantung

Bor Gantung Ialah Bor Yang cara Pemakaiannya digantungkan. Cara kerja bor ini sama dengan bor duduk hanya bentuknya saja yang berbeda.

Ingin memahami lebih jauh mengenai mesin bor? Silakan ikuti kelas kursus online di Kursus CNC. Dan Anda berkesempatan mengikuti program magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Kursus CNC adalah situs e-learning untuk kamu yang ingin belajar mesin CNC dari dasar hingga mahir.

Home

Course

Article

Contact Us

Ruko Pondok Hijau Blok A5 No 11
Pengasinan Rawalumbu
Kota Bekasi 171115
cs@kursuscnc.com