Kompetensi pengukuran dasar yang harus dimiliki oleh seorang Operator CNC

Kompetensi pengukuran dasar yang harus dimiliki oleh seorang Operator CNC

Setelah kita bisa memahami gambar teknik mekanik, terutama proyeksi dan ukuran pada gambar kerja, selanjutnya yang perlu kita kuasai adalah kompetensi  pengukuran. kompetensi pengukuran di sini lebih dimaksudkan memiliki keahlian dalam menggunakan alat ukur dan  membaca hasil pengukuran dari alat ukur tersebut.

Apa Itu Pengukuran?

Di dalam kehidupan sehari-hari, pengukuran sering kita jumpai dalam banyak profesi.  Tukang jahit ketika mau memotong bahan  pasti akan melakukan pengukuran terlebih dahulu, begitu juga tukang kayu untuk mengukur kayu yang akan digunakan untuk membuat sesuatu.

Penting sekali kita mengetahui apa itu pengukuran. Pengukuran yang dimaksud disini adalah kegiatan membandingkan hasil pekerjaan dengan suatu alat standar, sehingga kita memiliki keputusan apakah benda yang kita hasilkan itu sudah masuk spesifikasi yang diinginkan dan tercantum di dalam gambar atau tidak?

Sebelum kita mengenal alat ukurnya, sistem pengukuran itu ada 2 yaitu pengukuran langsung dan pengukuran tidak langsung. Pengukuran langsung yaitu membandingkan nilai besaran dari suatu objek yang diukur dengan suatu alat ukur  yang memiliki besaran standar yang diterima sebagai satuan  seperti halnya tukang jahit yang mengukur kain dengan menggunakan mistar  dan meteran kain, dimana meteran tersebut memiliki satuan angka.

Sedang pengukuran tidak langsung adalah pengukuran yang  mengukur suatu besaran dengan cara mengukur besaran lain, seperti tukang buah di pasar tradisional yang menimbang dengan timbangan

Kompetensi Pengukuran Dasar Operator CNC

Ada beberapa Alat ukur yang perlu dikuasai oleh seorang operator CNC, diantaranya:

1.      Jangka Sorong

2.      Mikrometer

3.      Dial Indicator  

Jangka sorong biasanya digunakan untuk mengukur ketebalan, Panjang, diameter luar atau diameter dalam suatu benda kerja. Ada beberapa bagian penting yang ada pada jangka sorong, bagian penting tersebut yaitu rahang tetap dan rahang gerak. Seperti terlihat gambar di bawah ini.  Ketelitian dari jangka sorong tersebut pun banyak macamnya diantaranya adalah 0,1 mm, 0,05 mm  dan ada yang sampai 0,02 mm.

Mikrometer pun ada banyak jenisnya, salah satunya adalah mikrometer sekrup. Mikrometer ini fungsinya sama dengan jangka sorong, hanya saja ketelitiannya lebih presisi dibanding jangka sorong, memiliki kemampuan membaca ukuran dengan skala hingga 0,001mm.

Dial Indikator biasanya digunakan untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan posisi dan geometri pada suatu bidang, baik itu bidang datar, bulat, atau permukaan lengkung. Beberapa contoh aplikasi penggunaanya adalah untuk memeriksa kesejajaran permukaan, Menyetel konsentrisitas benda kerja pada pencekam mesin bubut, memeriksa penyimpangan eksentrisitas hasil bubutan, memeriksa kebulatan diameter poros, menyetel plat siku, memeriksa penyimpangan putaran atau yang biasa kita kenal dengan run out pada bearing seperti pada poros engkol.

Hubungi Kami

Anda dapat menghubungi kami apabila membutuhkan jasa Pemesinan Milling CNC untuk pembuatan spare part . Sentra Teknika Prima menjadi penyedia jasa manufaktur untuk pemesinan CNC; dan Fabrikasi sejak 2003 dan memiliki tim dengan pengalaman di berbagai bidang industri. Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjalin komunikasi yang baik, bersikap jujur, dan terbuka demi kelancaran dan keberkahan pekerjaan. Kami juga menjalin hubungan baik dengan beberapa distributor perangkat otomasi. Hal ini menjamin pengadaan material beserta support teknis menjadi lebih mudah diakses.

Segera hubungi kami untuk mengkonsultasikan masalah Pembuatan spare part Custom, Jig, Fixture dan fabrikasi  industri Anda. Kami siap membantu mulai dari tahap konsultasi, perencanaan, planning dan juga hasil akhir. Apabila terjadi kendala sewaktu-waktu Anda bisa menghubungi kami untuk melenyapkan rasa khawatir Anda.

Cara Merawat Dial Indicator

Cara Merawat Dial Indicator

Sobat kursus CNC, dalam penggunaannya, alat ukur terutama yang sangat diperlukan kepresisiannya sangat perlu untuk dijaga agar tetap presisi sehingga tetap berguna untuk menunjukkan ukuran yang akurat dan tetap berfungsi dengan baik.

Untuk alat ukur khususnya dial indicator, ada beberapa cara merawat dial indicator yang bertujuan agar alat dial indicator ini dapat dipergunakan dengan baik dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tips perawatan Dial Indicator :

Sumber : lksotomotif.blogspot.com
  • Dial indicator jangan sampai jatuh atau terkena benturan keras.
  • Bersihkan debu atau kotoran dari poros peraba atau batang pengukur sebelum dan sesudah pemakaian.
  • Jangan melumasi poros peraba dengan minyak agar debu tidak melekat.
  • Cara menaikkan dan menurunkan poros peraba haruslah hati-hati, jangan menimbulkan sentakan mekanisme didalamnya.
  • Penyimpanan dial indicator secara baik harus bebas dari sinar matahari secara langsung, kelembapan tinggi, dan debu atau kotoran.

Dengan melakukan perawatan dial indicator yang baik dan teratur, maka alat ukur ini akan digunakan dalam waktu lama dalam keadaan baik. Tentunya tidak lupa juga dilakukan kalibrasi agar hasil pengukuran tetap akurat.

Itulah beberapa cara merawat dial indicator atau tips-tips merawat dial indicator yang baik dan benar. Jika Anda ingin belajar lebih jauh lagi mengenal dan memahami alat ukur dial indicator. Anda dapta mengikuti salah satu kursus yang ada di Kursus CNC.

Dan Anda juga berksempatan untuk mengikuti program magang yang diselenggarakan oleh Kursus CNC dengan beberapa perusahaan mitra di kawasan industri Jabodetabek.

Cara Mengukur Kebalingan (Run Out) Pada Poros Menggunakan Dial Indicator

Cara Mengukur Run Out

Sobat kursus CNC, salah satu kegunaan dial indicator adalah dapat mengukur kebalingan (run out) pada poros.

Adapun cara mengukur kebalingan (run out) pada poros menggunakan Dial Indicator adalah sebagai berikut :

  • Bersihkan benda yang akan diukur, pastikan tidak ada karat ataupun kotoran yang menempel
  • Letakkan V – Block pada tempat yang rata
  • Letakkan Poros pada V – Block dengan baik dan benar ( bila perlu coba diputar-putar menggunakan tangan )
  • Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros ( dengan cara ditekan sampai jarum bergerak 1 atau 2 x putaran penuh )
  • Setting angka nol ( putar angka nol ke arah jarum berhenti )
  • Putar pelan – pelan dial gauge mengguanakan tangan dan baca hasil pengukurannya.

Rumus Kebalingan

Setelah kita tahu dengan baik cara pengukurannya, maka kita juga harus mengetahui rumus pembacaan kebalingan pada dial gauge.

Adapun rumus kebalingan yaitu :

(Positif  + Negatif) / 2

Ket :
Positif   : arah gerak jarum setelah angka Nol ( bergerak ke kanan )
Negatif : arah gerak jarum sebelum angka Nol ( bergerak ke kiri )

Contoh pembacaan hasil pengukuran :

  • Jarum bergerak ke kanan  ( + )  maksimal sampai angka  10  nilainya ( 0, 10 mm )
  • Jarum bergerak ke kiri ( – ) maksimal sampai angka 90 nilainya ( 0,10 mm ), bukan 0, 90 mm               karena   dihitung dari angka 0 ( nol ) ke kiri

    Hasilnya :   0, 10 mm  +  0, 10 mm / 2 = 0, 10 mm
  • Untuk mendapatkan hasil yang benar, harus diketahui ketelitian skala pada dial tersebut.

Tingkat Ketelitian :

Tingkat ketelitian antara 0,01 mm sampai 0,001 mm (tergantung tipe dial indikator).

Cara Membaca Skala dan Hasil Pengukuran:

Dial gauge atau yang lebih sering disebut Dial Tester Indikator adalah sebuah alat pengukuran yang mirip menyeruai kompas.  Dial Gauge mempunyai ketelitian 0,01 mm yang biasanya dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ) untuk mengukur :

a. Kebengkokan poros
b. Run Out ( Kebalingan )
c. Backlash ( jarak sentuh pada roda gigi )

Selain dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ), Dial Gauge dapat pula dipasangkan pada Cylinder Bourgage yang fungsinya untuk mengukur diameter lubang silinder yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari :

a. Keausan
b. Keovalan
c. Ketirusan

Jika Anda mengikuti kursus online yang ada di Kursus CNC, Anda berksempatan mengikuti program magang. Yang diselenggarakan oleh perusahaan mitra dari Kursus CNC.

Cara Kalibrasi Mikrometer

Sobat kursus CNC, untuk menjaga performa ketepatan akurasi alat ukur khususnya mikrometer, hal yang dilakukan sebelum melakukan pengukuran adalah kalibrasi.

Kalibrasi adalah menentukan kebenaran konvensional penunjukkan alat melalui cara perbandingan dengan standar ukurnya yang tertelusur ke standar Nasional/Internasional.

Setelah Anda mengetahui pengertian kalibrasi, berikut ini adalah langkah-langkah sistematis dalam mengkalibrasi mikrometer sekrup

Cara Kalibrasi Mikrometer Sekrup

Perhatian: Sebelum Anda memulai kalibrasi, terlebih dahulu Anda harus mengetahui bagian-bagian mikrometer sekrup dan fungsi dan fungsinya.

  • Pertama, bersihkan terlebih dahulu Anvil (poros tetap) dan Spindel (poros gerak) dengan kain yang bersih.
  • Putar batang Thimble secara perlahan (jangan berlebihan) sampai anvil dan spindle saling bersentuhan.
  • Lalu Putar Ratchet sampai berbunyi “tik”. Putar ratchet 2-3 kali sampai diperoleh penekanan yang cukup kuat.
  • Kunci Spindle dengan Lock Nut agar tidak bergeser.
  • Mikrometer sudah terkalibrasi dengan benar apabila titik 0 thimble sudah lurus dengan garis pada outer sleeve.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

Setelah Anda melakukan kalibrasi pada mikrometer sekrup, langkah selanjutnya adalah cara menggunakan mikrometer sekrup dengan baik dan benar. Berikut ini tahapan-tahapannya:

  • Bukalah pengunci spindle atau Lock Nut, sehingga batang spindle dapat bergerak.
  • Putar batang Spindle berlawanan arah jarum jam agar rahang mikrometer sekrup terbuka.
  • Letakkan benda yang akan diukur diantara anvil dan spindle.
  • Putar kembali batang Spindle searah jarum jam sampai spindle menyentuh permukaan benda.
  • Putar Ratchet searah jarum jam secara perlahan sampai terdengar bunyi “tik”.
  • Setelah terdengar bunyi, ratchet bisa diputar 2-3 kali untuk memastikan penekanan spindle terhadap benda cukup kuat, kemudian kunci spindle dengan lock nut agar spindle tidak bergeser sehingga skala tidak berubah
  • Baca Skala hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup

Cara Menentukan Tingkat Ketelitian Mikrometer Sekrup

Untuk menentukan nilai ketelitian mikrometer sekrup, pertama kita harus mengetahui nilai skala terkecil dari mikrometer sekrup itu sendiri. Untuk mengetahui nilai skala terkecil mikrometer sekrup perhatikan gambar berikut ini:

Pada skala utama, jarak antara 2 skala terkecil adalah 0,5 mm. Jumlah angka pada skala nonius (skala putar) adalah 50 (mulai dari 1- 50 atau kelipatan 50). Karena setiap satu kali putaran penuh skala nonius itu, skala utama bergeser 0,5 mm, maka nilai 1 skala nonius adalah 0,5 mm/50 = 0,01 mm. Hal ini berarti jarak antara 2 skala terkecil nonius adalah 0,01 mm.

untuk mengetahui nilai ketelitian atau ketidakpastian mikrometer sekrup, dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:

Ketelitian atau ketidakpastian = 1/2 x skala terkecil

Berdasarkan rumus tersebut maka tingkat ketelitian mikrometer tersebut adalah ½ x 0,01 mm = 0,005 mm.

Cara Membaca Skala Hasil Pengukuran Mikrometer Sekrup

Untuk membaca skala hasil pengukuran mikrometer sekrup perhatikan contoh gambar sebagai berikut:

Rumus Hasil pengukuran menggunakan mikrometer sekrup adalah sebagai berikut:

Hasil pengukuran = Skala Utama + (Skala Nonius × Skala Terkecil)

Skala Utama

Pada skala utama, lihat skala yang tepat berhimpit dengan skala nonius, jika tidak ada, gunakan skala utama yang berada tepat disebelah kiri skala nonius.

Skala Nonius

Pada skala nonius lihat skala nonius yang tepat berhimpit dengan garis pembagi skala (garis horizontal) skala utama.

Skala Terkecil

Nilai skala terkecil adalah 0,01 mm.

Pada contoh pengukuran menggunakan mikrometer diatas, hasil pengukurannya adalah:

Anda bisa mengikuti salah satu kursus yang ada di Kursus CNC ini mengenai pengukuran. Dan jika Anda mengikuti semua kursus yang ada, Anda berkesempatan magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Cara Kalibrasi Dial Indicator

Cara Kalibrasi Dial Indicator

Sobat kursus CNC, untuk menjaga performa alat ukur agar tetap baik dan tahan lama, terutama untuk alat ukur yang presisi. Maka diperlukan kondisi perbaikan agar performa pengukuran alat ukur tetap terjaga. Untuk itu diperlukan proses yang dinamakan dengan kalibrasi.

Pada umumnya kalibrasi merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran; agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.

Metode dial indikator adalah metode yang paling banyak di lakukan. Karena ketelitian cukup dapat dipertanggung-jawabkan. Terutama jika dilakukan dengan professional.

Dan harga alat relatif murah. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui suatu kerataan benda kerja :

  • penggaris/mistar, lehih murah, mudah tapi sangat kasar.
  • optical, laser, lebih akurat, mudah tapi peralatan mahal,

Keuntungan Metode Dial

  1. Metode ini cukup akurat.
  2. Cukup efisien untuk poros berdiameter besar maupun kecil
  3. Dengan menggambar atau mudah melihat posisi kedua poros
  4. Dapat dilakukan untuk kedua poros yang dapat diputar ataupun hanya satu
  5. Alat cukup murah dibanding alat lacer atau alat lain,
  6. Mudah di gambar, dibuat perhitungan-perhitungan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat .
  7. Cukup sesuai untuk mesin-mesin besar, putaran tinggi

Kerugian Metode Dial

  1. Mengerjakanya harus sangat teliti / hati2, pemasangan dial harus kokoh, sehingga dapat dihindari salah baca / salah penunjukan.
  2. Toleransi, run-out, sag harus diketahui atau di chek dulu.
  3. Jika permukaan kopling tidak rata atau run-out nya besar, maka penunjukan dial indicator menjadi tidak sebenarnya, sehingga selanjutnya perhitungan-perhitungan menjadi salah.
  4. Aksial clearence sangat mempengaruhi kesalahan.

Komponen-komponen Dial Indikator

  1. Plunger
  2. Sekrup pengkalibrasi
  3. Skala utama
  4. Skala nonius
  5. Poros penyangga
  6. Sambungan
  7. Sekrup penyetel posisi plunjer
  8. Dudukan magnet
  9. Saklar magnet

Cara Mengkalibrasi

Letakkan dial indikator pada tempat yang datar

  • Amatilah pada skala utama dan skala nonius
  • Jika pada skala utama tidak menunjukkan pada angka 0 (nol). Maka putarlah sekrup pengkalibrasi baik searah jarum jam atau sebaliknya. Tergantung dari kebuthan, sampai jarum skala utama menunjukkan pada angka 0 (nol)
  • Kemudian amatilah pada skala nonius, jika tidak tepat pada angka 0 (nol). Maka putarlah ring pada skala nonius hingga jarum pada skala nonius menunjukkan angka 0 (nol)

Contoh penggunaan

  • siapkan sepasang V blok, dan diletakkan secara berjajar
  • bersihkan dulu benda kerja yang akan diukur, baik dari debu, gemuk, dll
  • kalibrasilah DTI
  • letakkan output shalf di celah-celah V blok
  • kemudian letakkan DTI di sisi V blok dan hidupkan medan magnetnya
  • aturlah DTI sehingga sedemikian rupa hingga plunyer telah pasti menyentuh benda kerja
  • kalibrasi ulang DTI
  • putarlah benda kerja sebesar 360˚,
  • selama proses pemutaran benda kerja berlangsung amatilah skala nonius dan skalautama pada DTI
  • catat hasilnya yang menunjukkan angka tertinggi

Contoh

Setelah benda kerja diputar-putar pada skala nonius menunjukkan angka 0.12 mm dan skala utama nol (0) maka kelengkungan poros tersebut adalah 0,12 mm.

Dial indikator adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kerataan, kebengkokan, kebundaran dan lain sebagainya.

Dial indikator memiliki ketelitian dari 0,01­-0,0005 mm, tetapi alat ini hanya mampu mengukur kebengkokan ± 1,5 cm/ 15 mm saja. DTI biasanya diterapkan pada bengkel-bengkel mobil/motor, diler mobil/motor, dan prusahaan otomotif.

Itulah cara kalibrasi dial indicator yang baik dan benar. Anda bisa belajar lebih dalam lagi, memahami cara kerja dial indicator dengan mengikuti kursus online. Dan berksempatan mengikuti program magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Dial Indicator

Menggunakan Dial Indicator

Sobat kursus CNC, dial indicator adalah salah satu alat ukur yang memiliki ketelitian yang tinggi. Sehingga untuk menjaga agar alat ukur ini tetap bekerja dengan baik diperlukan kehati-hatian dalam menggunakannya.

Fungsi pengukuran adalah untuk melihat kondisi komponen yang ada dengan membandingkan nilai spesifikasi komponen yang baik. Dengan pengukuran yang baik dan benar; maka kita dapat mendiagnosis sebuah komponen apakah layak dipakai atau tidak.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita harus memperhatikan beberapa hal penting sebelum pengukuran.

Yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Dial Indicator


Poin-poin untuk diperhatikan saat mengukur:

  • Masukkan alat pengukur ke part yang hendak diukur pada sudut yang tepat
  • Dapatkan sudut yang tepat dengan menekan alat pengukur saat menggerakkannya melawan part yang hendak diukur
  • Saat membaca nilai pengukuran, pastikan bahwa tingkat mata Anda berada pada sudut yang tepat pada cakra angka (dial) dan penunjuk. 

Agar alat ukur dapat dipakai dengan maksimal. Maka kita harus merawat dan meletakkan alat ukur sesuai dengan fungsinya masing-masing. Karena jika kita salah dalam merawatnya; maka kemungkinan besar alat tersebut ketika dipakai tidak akan maksimal. 

Perawatan Alat-alat Ukur

Oleh karena berikut ini yang harus anda lakukan dalam perawatan alat-alat ukur

  • Jangan menjatuhkan atau memukulnya. Hal ini untuk alat-alat yang  presisi, karena  dapat merusak bagian dalam part
  • Dial indikator sebaiknya disimpan di tempat yang suhu dan kelembabannya stabil. Hindari menggunakan atau menyimpannya pada temperatur tinggi atau kelembaban tinggi. Alat tersebut dapat berubah bentuk bila berada pada temperatur tinggi.
  • Bersihkan alat setelah menggunakannya, dan letakkan ke posisi semula. Letakkan alat hanya setelah dibersihkan dari oli atau limbah produk. Semua alat yang digunakan harus dikembalikan ke kondisi semula; dan perlengkapan dengan kotaknya harus diletakkan di dalam kotaknya. Alat-alat pengukur harus disimpan di tempat yang telah ditentukan.
  • Bersihkan dial indikator dari debu atau kotoran pada poros peraba atau batang pengukur sebelum dan sesudah pemakaian.
  • Dial indikator sebaiknya disimpan pada tempat yang aman dan jauh dari getaran-getaran, karena dial indikator mudah pecah/rusak.
  • Untuk menjaga ketelitian dial indicator, lakukan kalibrasi secara teratur.

Cara Kalibrasi :

  1. Letakkan dial indikator pada tempat yang datar.
  2. Lihatlah skala utama dan skala nonius.
  3. Jika di skala utama tidak menampilkan angka 0 (nol), maka putar skrup pengkalibrasi searah jarum jam atau sebaliknya. Tergantung pada keperluan, sampai jarum skala utama menunjukkan angka 0 (nol). Lakukan hal yang sama pada skala nonius.

Ya, setelah Anda mengikuti kursus di Kursus CNC. Anda juga bisa mengikuti program magang yang diselengarakan oleh perusahaan mitra Kursus CNC.

Cara Menggunakan Dial Indicator

Sobat kursus CNC, Dial gauge atau Dial Indicator merupakan alat pengukuran yang mempunyai ketelitian 0,01 mm. Oleh karenanya, dengan ketelitian yang sangat kecil; maka kita harus mempergunakan alat ini sesuai dengan aturan yang ada dalam pemakaiannya.

Tujuannya adalah agar hasil pengukuran yang kita lakukan mendapatkan hasil yang maksimal ( tidak meleset ).

Metode Pengukuran

Metode yang benar dalam menggunakan alat ini yaitu posisi spindle harus tegak lurus terhadap benda yang akan diukur. Tidak boleh miring sedikitpun, karena dapat mempengaruhi hasil pengukuran.

Posisi pengukuran dial indicator dilihat dari depan
Posisi pengukuran dial indicator dilihat dari samping

Cara Menggunakan Dial Indicator :

  • Pasang contact point pada dial indikator.
  • Pasang dial indicator pada standnya.
  • Tempelkan contact point pada benda kerja yang akan diukur.
  • Kendorkan screw pengikat pada skala dan posisikan angka nol sejajar dengan jarum penunjuk. lalu kencangkan lagi screw pengikat.
  • Gerakkan benda kerja sesuai kebutuhan.
  • Baca nilai penyimpangan jarum penunjuk pada skala.
  • Untuk mendapatkan hasil yang benar, harus diketahui ketelitian skala pada dial tersebut.

Saat akan digunakan dial indikator tidak dapat digunakan sendiri, tapi memerlukan kelengkapan seperti di atas yang harus diatur sedemikian rupa pada saat pengukuran. Posisi dial gauge harus tegak lurus terhadap benda kerja yang akan diukur.

Pada dial indikator terdapat 2 skala. Yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil.

Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0,01 mm. Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sejauh 1 mm.

Sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar.

Sebagai contoh, jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pendek bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah3,06 mm.

Pengukuran ini diperoleh dari :

  • skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0,01 mm = 0,06 mm
  • skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm
  • maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 3,06 mm.

Skala dan ring dial indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih; posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa; dan metode pengukuran yang digunakan.

Dial Indicator

Dial Indicator

Atau juga dikenal dengan Dial Gauge ialah alat ukur dengan skala pengukuran yang sangat kecil. Contohnya pada pengukuran pergerakan suatu komponen (backlash, end play) dan pengukuran kerataannya (round out).

Dial gauge ini merupakan tools yang tidak dapat berdiri sendiri. Artinya ia mesti dipasangkan pada suatu alat bantu yang disebut: Magnetic Base. Sebagai pemegang dial gauge dan berfungsi mengatur posisi dari dial gauge (tinggi-rendahnya, kemiringannya) pada tempat atau permukaan benda yang diukur.

Berikut beberapa contoh magnetic base:

Dial gauge atau Dial Indicator merupakan alat pengukuran yang mempunyai ketelitian 0,01 mm. Oleh karenanya, dengan ketelitian yang sangat kecil maka kita harus mempergunakan alat ini sesuai dengan aturan yang ada dalam pemakaiannya.

Tujuannya adalah agar hasil pengukuran yang kita lakukan mendapatkan hasil yang maksimal ( tidak meleset ).

Kegunaan/Fungsi :

  • Mengukur kerataan permukaan bidang datar.
  • Untuk Mengukur kerataan permukaan dan kebulatan sebuah poros.
  • Mengukur kerataan permukaan dinding Cylinder.


Selain paham dalam penggunaanya, maka basic pertama yang harus kita kuasai yaitu cara pembacaan  alat ini.

Cara Mudah Membaca Hasil Pengukuran Dial Indicator

Dial gauge atau yang lebih sering disebut Dial Tester Indikator adalah sebuah alat pengukuran yang mirip menyerupai kompas.  Dial Gauge mempunyai ketelitian 0,01 mm yang biasanya dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ) untuk mengukur

a. Kebengkokan poros

b. Run Out ( Kebalingan )

c. Backlas ( jarak sentuh pada roda gigi )


Selain dipasang pada Dial Tester Indikator ( DTI ), Dial Gauge juga dipasangkan pada Cylinder Bourgage yang berfungsi untuk mengukur diameter lubang silinder yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari :

a. Keausan
b. Keovalan
c. Ketirusan

Adapun cara pembacaannya sangat begitu gampang jika dibandingkan dengan alat – alat ukur yang lainnya. Adapun yang harus kamu ketahui yaitu :

1. 1 X putaran penuh pada jarum besar bernilai 100 strip  (1 strip nilainya 0,01 mm )

2.  1 Strip jarum kecil bernilai 1 mm

Atau 1 x putaran penuh jarum besar = 1 strip jarum kecil ( 1 mm )

Contoh pembacaan pada gambar di bawah ini :

– Jarum besar di-strip ke 6 = 0,01 x 6 = 0,06 mm
– Jarum kecil di-strip ke 3 = 1     x   3 = 3 mm

Jadi hasil pembacaannya yaitu = 0,06 + 3 mm = 3, 06 mm 

Jika Anda mengikuti kursus online di Kursus CNC, berkesempatan ikut program magang di perusahaan mitra Kursus CNC.

Cara Menghitung Hasil Pengukuran Mikrometer

Cara Menghitung Hasil Pengukuran Mikrometer

Sobat kursus CNC, seperti kita ketahui bahwa pembacaan mikrometer dilakukan pada dua bagian yaitu di skala utama dan di skala nonius atau vernier. Skala utama dapat dibaca di bagian sleeve dan skala nonius dapat dibaca di bagian thimble.

Pada contoh pengukuran diatas, cara menghitung hasil pengukuran mikrometer ini adalah:

Untuk skala utama dapat dilihat bahwa posisi thimble telah melewati angka ‘5” di bagian atas, dan pada bagian bawah garis horisontal telah melewati 1 strip. 0,5 mm. Artinya, pada bagian ini didapat hasil pengukuran 5 + 0,5 = 5,5 mm. Pengukuran juga dapat dilakukan dengan prinsip bahwa setiap 1 strip menandakan jarak 0,5 mm. Dikarenakan terlewati 5 strip di atas garis horizontal dan 6 strip di bawah garis horizontal, maka total jarak adalah (5+6) x 0,5mm= 5,5 mm.

Pada bagian kedua, terlihat garis horizontal di skala utama berhimpit dengan angka 28 di skala nonius. Artinya, pada skala nonius didapatkan tambahan panjang 0,28 mm.

Maka, hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup pada contoh ini adalah 5,5 + 0,28 = 5,78mm. Hasil ini memiliki ketelitian sebesar 0,01 mm

Contoh Membaca Hasil Pengukuran

Contoh soal 1:

Jika pada suatu pengukuran didapatkan gambar skala utama dan skala normal sebagai berikut , berapa panjang dari benda yang diukur?

Jawaban :

Skala Utama = 4 mm

Skala Nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = Skala Utama + skala nonius = 4 + 0,30 = 4,30 mm

Contoh Soal 2

Berapa ketebalan kawat tembaga yang diukur dengan mikrometer sekrup berikut?

Jawaban

Skala utama = 1,5 mm

Skala nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = 1,5 + 0,30 = 1,80 mm

Anda bisa mengikuti kursus mengenai pengukuran di Kursus CNC. Dan berkesempatan untuk magang di perusahaan yang menjadi mitra dari Kursus CNC. Akses gratis ke seluruh kursus yang ada cukup dengan sekali daftar. Ikuti materinya secara runut dan terstruktur sehingga bisa melanjutkan ke kursus tingka selanjutnya.

Yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Mikrometer

Sobat kursus CNC, mikrometer adalah alat ukur yang mengukur benda dengan ketelitian hingga 0,01 mm, sehingga sangat presisi. Dalam penggunaannya pun harus diperhatikan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan Mikrometer

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mikrometer adalah :

1. Bersihkan terlebih dahulu permukaan benda ukur dan mulut ukur dari kotoran yang mengganjal.

2. Pastikan kedudukan nol dari mikrometer harus diperiksa sebelum dipakai.

3. Masukan benda ukur ke mulut ukur dengan perlahan – lahan. Perhatikan cara pemegangannya pada gambar di bawah.

4. Pada saat mengukur penekanannya jangan terlalu keras , karena dapat menyebabkan kesalahan ukur akibat adanya kerusakan dari benda ukur/ dari alat ukurnya.

Akurasi Mikrometer

Keakuratan micrometer sangat tergantung pada perawatan dan penggunaannya. Operator yang baik akan menyimpan micrometer pada tempat yang bebas dari debu atau kontak dengan beram. Micrometer hendaknya tidak disimpan pada laci atau pada kotak bersamaan dan bertumpuk dengan alat lain yang lebih berat. Micrometer juga perlu dilumasi dengan oli yang mempunyai grade untuk mencegah dari karat dan korosi.

Keakuratan micrometer harus dicek secara berkala. Untuk mengetahui akurasi dari micrometer dapat dilihat dari posisi garis nol pada thimble dan garis indeks horizontal pada barrel. Ini dillakukan dengan memutar thimble sehingga spindle merapat pada anvil.

Jika garis nol pada thimble segaris dengan garis index horizontal dari barrel, dapat disimpulkan micrometer tersebut akurat. Apabila garis nol dengan garis index horizontal tidak terletak segaris, maka micrometer tersebut memerlukan penyetelan (adjustment).

Kalibrasi micrometer dapat dilakukan dengan menggunakan gage block dan dengan pengamatan secara optik menggunakan optical flat dengan sinar monokromatis.

Anda bisa belajar bagaimana menggunakan mikrometer atau alat ukur lainnya dengan mengikuti kursus yang ada di Kursus CNC. Selain itu Anda berkesempatan mengikuti magang di Perusahaan mitra Kursus CNC. Dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku, salah satunya dengan mengikuti kursus yang ada di Kursus CNC secar runut dan terstruktur.

Kursus CNC adalah situs e-learning untuk kamu yang ingin belajar mesin CNC dari dasar hingga mahir.

Home

Course

Article

Contact Us

Ruko Pondok Hijau Blok A5 No 11
Pengasinan Rawalumbu
Kota Bekasi 171115
cs@kursuscnc.com